A. Sejarah Penemuan Mikrotubulus

mikrotubulus

 

Mikrotubulus pertama kali ditemukan oleh Keith Porter dan teman sejawatnya. Cara untuk melihat sel bukan dengan penyelubungan (embedding) dan penyayatan, tapi menggunakan HVEM (High Voltage Electrom Microscope).

Pengamatan menggunakan HVEM menunjukkan bahwa bagian sitoplasma yang berada di sela-sela organel tampak penuh dengan anyaman trimatra dari benang-benang yang sangat halus yang disebut jejala mikrotrabekular.

Selain itu, terdapat juga filamen-filamen yang bermatra lebih besar yang dikelompokkan menjadi 3 bagian berdasarkan struktur dan garis tengahnya, yakni mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermedia.

Close
Menu