Ananiyah dan Sifat Dendam Lengkap

Ananiyah dan Sifat Dendam Lengkap

Ananiyah dan Sifat Dendam Lengkap

Ananiyah dan Sifat Dendam Lengkap
Ananiyah dan Sifat Dendam Lengkap

Sahabat admin yang di karuniai oleh Allah, kali ini saya akan sedikit membahas arti atau pengertian dari sikap ananiyah. Ananiyah atau egois merupakan perilaku tercela yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin juga sifat tersebut kita miliki dan ada dalam diri. Ananiyah merupakan sifat yang mengutamakan kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.

Arti Ananiyah

Sifat ananiyah disebut juga sifat egois. Sebagai makhluk sosial manusia tidak akan dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh memiliki perilaku egois atau ananiyah.

Ananiyah Secara Luas

Ananiyah atau egois merupakan sikap yang seolah-olah seseorang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Sikap ini tidak semestinya ada dalam diri seseorang, sikap ananiyah adalah sangatlah berbahaya karena sikap ini termasuk sikap yang dibenci Allah swt. Apabila ada seseorang yang mempunyai sikap ananiyah atau egois maka janganlah mendekati orang tersebut karena sikap ini dapat menular.

Penyebab Dari Sifat Gibah / Menggunjing

Sahabat admin yang di karuniai oleh Allah disini saya sedikit menguraikan penyebab-penyebab orang berbuat gibah. Banyak sekali alasan yang menyebabkan seseorang dapat berbuat gibah, Di antara penyebabnya yaitu sebagai berikut :

Dendam di dalam hati. Bermula dari rasa dendam, seseorang tidak sadar akan menyampaikan kemarahannya pada saatsaat tertentu.

Mendukung atau menyesuaikan pembicaraan orang lain. Biasanya, ketika berkumpul bersama orang lain kita suka berbasa-basi dan berusaha menyesuaikan diri dengan tema pembicaraan yang sedang dibahas. Oleh karena merasa satu kepedulian, jika orang di sekitar membenci pada sosok yang dicela, kadang kita juga berusaha untuk turut mencelanya.

Penjelasan

Kekhawatiran akan dicela oleh orang lain sehingga perlu lebih dahulu untuk mencelanya agar mendapatkan dukungan orang lain.

Hendak menunjukkan kelebihan diri sendiri dengan mengejek orang lain. Misalnya, seorang anak bernama Harto berkata, ”Bacaan Al-Qur’an Andi jelek. Ia tidak pantas menjadi pembaca Al-Qur’an pada acara nanti. Saya lebih baik darinya.” Ungkapan ini dapat dipahami bahwa kemampuan Harto dalam membaca Al-Qur’annya lebih baik daripada Andi. Mungkin Harto berharap dapat mengganti peran Andi.
Rasa dengki atas kesuksesan yang telah diraih orang lain. Dengki adalah penyakit hati yang ditunjukkan dengan perasaan benci kepada orang lain karena mendapatkan prestasi. Sanjungan, penghargaan, dan pujian diharapkan segera hilang dari orang tersebut. Salah satu penyebab gibah adalah dendam di dalam hati.

Sekadar bersenda gurau. Mungkin karena berharap ingin mengisi waktu luang kita lebih suka membicarakan kejelekan orang lain. Tujuannya bervariasi, dapat sebagai lelucon semata, bisa juga karena merasa ujub atau berbangga diri.

Baca Juga: