Aset-aset BUMN yang Digadai Oleh Negara

Aset-aset BUMN yang Digadai Oleh Negara

Aset-aset BUMN yang Digadai Oleh Negara

Aset-aset BUMN yang Digadai Oleh Negara
Aset-aset BUMN yang Digadai Oleh Negara

Menteri BUMN Rini Soemarmo

kembali mengambil utang dari China. Setelah berutang Rp 58,5 triliun pada 17 Juni 2016 lalu, kini Rini kembali mengambil utang US$ 3 Miliar atau setara 50 Triliun lebih.
Bersama tiga orang direktur bank BUMN yakni
PT Bank Rakyat Indonesia

PT Bank Negara Indonesia
PT Bank Mandiri
PT Garuda Indonesia

30 pelabuhan di Indonesia

sebagai sarana vital dan strategis, telah lama ditawarkan untuk dijual, melalui konsep poros maritim.Pembangkit listrik, sarana transportasi kereta api juga dijual, untuk menutupi defisit APBN. Apa lagi sarana-sarana penting yang belum dijual oleh pemerintahan Jokowi JK?

Rini menandatangani pinjaman uang

dengan pemerintah China sebesar US$ 3 Miliar atau setara 50 Triliun lebih.
Dalam siaran persnya,utang tersebut digunakan untuk membiayai infrastruktur dan untuk perdagangan oleh kedua negara.
Yang menjadi sorotan, Rini Berhutang dengan menjaminkan Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri, Garuda Indonesia.
“Di saat Indonesia sedang mengalami perlambatan hebat laju ekonomi dan menumpuknya hutang luar negeri yang kini sudah mencapai 4000 Triliun lebih, pemerintah melakukan pinjaman kembali yang seolah tak memperdulikan bunga dan jatuh tempo terhadap membengkaknya jumlah hutang Indonesia di saat kurs rupiah sangat terpuruk. Akankah BRI, BNI dan Mandiri, Garuda Indonesia lepas seperti Indosat?,” Menurut Rini, pinjaman sebesar US$3 miliar tersebut merupakan tahap pertama dari keseluruhan komitmen pinjaman yang akan diberikan Bank Pembangunan China (CDB) sebesar US$20 miliar, yang sudah disepakati antara Kementerian BUMN dan CDB dan NDRC.
“Ada pula pinjaman sebesar 10 miliar dolar AS untuk PLN,” kata Rini.Dari Berbagai Sumber  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan bahwa utang senilai US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 42 triliun dari Bank Pembangunan China (China Development Bank/CDB) tanpa jaminan atau menggadaikan aset tiga bank pelat merah maupun aset pemerintah.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan

Jasa Konstruksi dan Jasa Lain Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menegaskan hal ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pemerintah, tiga bank BUMN dan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Perolehan pinjaman lunak dengan tenor atau jatuh tempo 10 tahun itu, dinilai dia, merupakan suatu bentuk kepercayaan lembaga keuangan dunia terhadap ekonomi Indonesia, khususnya memacu pembangunan infrastruktur dan pembiayaan industri yang berorientasi ekspor,muncul spekulasi bahwa utang luar negeri ini menjadi salah satu skenario dalam upaya privatisasi tiga bank BUMN meski sebenarnya kinerja perbankan ini masih sehat. “Pinjaman ini tanpa jaminan dan tanpa syarat yang mengikat,”Kasihan 120 juta orang miskin, air matanya hampir mengering? Jangan sampai air mata darah yang keluar dari mata si miskin! APBN defisit Rp 180 Triliun, cadangan devisa tersisa Rp 75 Triliun? Rp 40 Triliun berupa SUN. Maka, cadangan darurat tinggal Rp 35 Triliun? Jangan Tamak haiyyy orang Atas ingat yang yang diatas kalian TUHAN.