Biaya Tenaga Kerja

Biaya Tenaga Kerja

Seperti halnya bahan baku, tenaga kerja yang bekerja di pabrik juga dikelompokkan menjadi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.

Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang secara langsung berperan dalam proses produksi. Sedangkan tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang secara tidak langsung berperan dalam proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa anggaran tenaga kerja adalah anggaran yang merencanakan secara terperinci tentang upah yang akan dibayarkan kepada tenaga kerja meliputi rencana tentang jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu periode produksi, tarif upah dan waktu (kapan) pengerjaannya.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung merupakan bagian dari anggaran tenaga kerja yang secara terperinci akan memuat :

Ø  Jumlah barang yang diproduksi

Ø  Jumlah produksi yang dihasilkan

Ø  Bagian-bagian yang dilalui dalam proses produksi

Ø  Jumlah jam / hari tenaga kerja langsung setiap produksi

Ø  Tingkat upah rata-rata per jam/hari tenaga kerja langsung.

Ø  Waktu kapan upah rata-rata per jam/hari tenaga kerja langsung.

Biaya tenaga kerja merupakan salah satu dari biaya konversi, di samping biaya overhead pabrik. Yang merupakan salah satu biaya untuk mengubah bahan baku manjadi produk jasa. Sebelum lebih lanjut perlu dipahami batasan biaya tenaga kerja dan cara penggolongannya. ” tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk. Biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut ”. (Mulyadi , 2002 : 343)

Biaya tenaga kerja untuk tujuan akuntansi di bagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :

  1. Biaya tenaga kerja langsung (direct labor), adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik yang manfaatnya dapat diidentifikasikan atau diikuti jejaknya pada produk tertentu yang dihasilkan perusahaan.
  1. Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor), adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik, akan tetapi manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan atau diikuti jejaknya pada produk tertentu yang dihasilkan perusahaan.

c .Biaya Overhead Pabrik (factory Overhead).

Biaya-biaya yang secara tidak langsung ikut berperan dalam proses produksi dimasukkan (dikelompokkan) ke dalam biaya overhead pabrik.

Biaya overhead pabrik (factory overhead cost) adalah biaya–biaya dalam pabrik yang dikeluarkan sehubungan dengan proses produksi, kecuali bahan baku langsung, dan biaya tenaga kerja langsung. Oleh karena terlalu banyaknya jenis biaya yang muncul dalam operasional pabrik, maka diperlukan perhatian khusus. Sedangkan anggaran biaya overhead pabrik adalah suatu perencanaan yang terperinci mengenai biaya-biaya tidak langsung yang dikeluarkan sehubungan dengan proses produksi selama periode yang akan datang. Terlalu besarnya biaya overhead pabrik akan memperngaruhi tingkat keuntungan yang akan diperoleh.

sumber :

https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/

Close
Menu