Kategori: Uncategorized

Perkembangan Emosional

Perkembangan Emosional Masa remaja digambarkan sebagai periode kekacauan emosional, dalam bentuk ektreem pandangan tersebut terlalu stereotip karena remaja tidak selalu dalam keadaan “badai dan stres.” Namun masa awal remaja adalah masa terjadinya fluktuasi emosi. Remaja bisa dengan mudah menatakan mereka tengah bahagia tapi beberapa saat kemudian mereka menyatakan mereka sedang sedih, hal tersebut mendukung persepsi…

Perkembangan Sosio-Emosional Pada Masa Remaja

Perkembangan Sosio-Emosional Pada Masa Remaja Identitas Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri, yang artinya dalam mas ini individu belum menemukan identitasnya dan tengah mengumpulkan identitas diri dengan segala torinya. Erik Erikson menyebutkan bahwa pencarian identitas selama remaj dibantu oleh moratorium psikososial , yaitu kesenjangan antara keamanan masa kanak…

PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN 

PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN 1) Parameter Fisik a) Particulate Matter Debu partikulat merupakan salah satu polutan  yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara ( suspended particulate matter/spm) dengan ukuran satu mikron samapai dengan 500 mikron.Dalam kasus pecemaran udara baik dalam maupun di ruang gedung (indor dan outdoor pollutan) debu sering dijadikan salah satu indikator pencemaran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat bahaya baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.Partikel debu akan ada di udara dalam waktu yang relatif lama dengan keadaan melayang-layang di udara kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan.Selain dapat  membahayakan terhadap kesehatan juga dapat menggangu daya tembus pandang mata dan dapat mengadakan berbagai reaksi kimia sehingga komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat rumit karena merupakan campuran dari berbagai bahan dengan ukuran dan bentuk yang relatif berbeda.(Pudjiastuti al.1998; Farmer 1997) b) Suhu Definisi suhu yang nyaman (thermal comfort) menurut ASHRAE adalah suatu kondisi yang dirasakan dan menunjukkan kepuasam terhadap suhu yang ada di lingkungan.Untuk pekerja kantor dimana  pekerjaan yang berulang-ulang selama beberapa jam,aktivitas personal,pakaian,tingkat kebugaran,dan pergerakan  udara merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap persepsi seseorang terhadap kenyamanan suhu.Sedangkan kelembapan aktif juga turut  berpengaruh terhadap suhu dimana kelembaban yang rendah akan membuat suhu semakin dingin dan begitu juga sebaliknya.(BiNardi 2003) Hasil dar Northen European Studies bahwa ada hubungan antara peningkatan temperatur sekitar 230c,kepadatan penghuni dan ventilasi terhadap gejala-gejala ketidak nyamanan dalam ruangan.Menurut Kepmenkes No.1405 tahun 2002,agar ruang kerja perkantoran memenuhi persyaratan ,bila suhu > 280c perlu menggunakan alat penetralan udara seperti Air Conditioner (AC),kipas angin.Bila suhu udara luar <180c perlu menggunakan alat pemanasan ruang. Pos-Pos Terbaru PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN  Desain dan Pengoperasian Sistem HVAC DEFINISI UDARA DALAM RUAGAN Apa itu Arsitek Mendekorasi Kamar Tidur

Desain dan Pengoperasian Sistem HVAC

Desain dan Pengoperasian Sistem HVAC Sistem HVAC merupakan sistem alat yang bekerja untuk menghangatkan, mengdinginkan, dan mensirkulasi udara pada suatu banguan yang terdiri dari boiler  atau  furnace, coolling tower, chilling, air handling unit (AHU), exhaust fan, ductwork, steam, filter, fans (supply udara, make up-air, exhaust ruangan), dampers, room air diffuser, dan return air grills. Komponen sistem HVAC pada umumnya terdiri dari pemasukan udara dari luar ruangan, pencampuran air plenum dengan kontrol udara outdoor, penyaringan udara, pemanasan dan gulungan pendingin, proses pelembaban dan tau pengurangan kelembaban. Berdasarkan Building Code of Australia (2005( dan EPA (1991), suatu desain dan sistem HVAC berfungsi untuk : 1) Memenuhi kebutuhan thermal compfort Sejumlah variabel seperti tingkat aktifitas, pemerataan suhu, peningkatan atau pengurangan panas radiasi, dan kelembaban dapat berinteraksi dan mempengaruhi kenyamanan para pengguan gedung akan suhu udara indoor. Faktor individu yang juga terlibat dalam pemerimaan thermal compfort atau kenyamanan termal antara lain tingkat usia, aktifitas, dan fisiologi dari masing – masing orang. 2) Memenuhi kebutuhan pengguna gedung Sebagian besar Air Handling Unit (AHU) bekerja untuk mendistribusikan campuran udara luar dengan udara dalam ruangan yang diresirkulasi. Ada juga sistem HVAC yang menggunakan 100% udara luar atau hanya mensirkulasikan udara dalam ruangan saja. Kenyamanan thermal dan kebutuhan ventilasi dicapai dengan mensuplai udara yang telah dikondisikan (campuran udara luar dengan udara yang telah diresirkulasikan dari dalam ruangan yang telah di saring, dipanaskan atau didinginkan, atau terkadang dilembabkan serta dikurangi kelembabannya) 3) Mengisolasi serta memindahkan bau serta kontaminan Salah satu teknik pengendalian bau dan kontaminan adalah dengan teknik dilusi, yaitu mengencerkan idara terkontminasi tersebuut dengan udara yang berasal dari luar ruangan. Dilusi dapat efektif bila terdapat aliran suplai udara konsisten dan cukup untuk mencampur dengan udara dalam ruangan. Sumber : https://desaingrafis.co.id/

DEFINISI UDARA DALAM RUAGAN

DEFINISI UDARA DALAM RUAGAN Menurut NHMRC (1989,1993), udara dalam ruangan adalalah udara didalam area kerja dimana orang menghabiskan waktu selama 1 hari atau lebih dan bukan merupakan gedung industri. Yang termasuk area tersebut antara lain tempat penghuni (rumah(, kantor, rumag dan rumah sakit. Sedangkan pengertian kualitas udara dalam ruangan menurut EPA (1991) adalah hasil interaksi antara tempat, suhu, sistem gedung (baik desain asi maupun modifikasi terhadap struktur dan sistem mekanik), teknik kontruksi, sumber kontaminan (material, peralatan gedung serta sumber dari luar) dan pekerja. B.ELEMEN – ELEMEN YANG MEMPENGARUHI KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN Terdapat empat elemen yang mempengaruhi kualitas dalam ruangan menurut EPA & NIOSH (1991) dan Pudjiastuti (1998) yaitu sumber kontaminan udara dalam ruangan sistem HVAC (fungsi sistem HVAC dalam mengendalikan kontaminan udara dan kenyamanan thermal pengguna gedung), jalur kontaminan, dan pengguna gedung (keaneragaman penghuni bangunan). 1. Sumber Kontaminan Udara Dalam Ruangan Berikut adalah beberapa  sumber kontaminan dalam udara menurut EPA (1991) : a. Sumber dari luar bangunan yang terdiri dari : 1) Udara luar bangunan yang terkontaminasi debu, spons jamur, kontaminasi industri dan gas buangan kendaraan. 2) Emisi dari sumber di sekitar bangunan seperti gas buangan dari kendaraan pada area sekitar atau area parkir, temapt bingkar muat barang, bau dari tempat pembuangan sampah, udara buangan yang berasal dari gedung itu senduru atau gedung sebelahnya yang dimasukkan kembali, kotoran disekitar intake  udara luar bangunan. 3) Soil gas seperti radon, kebocoran gas dari bahan yang disimpan di bawah tanah, kontaminan yang berasal dari penggunaan lahan sebelumnya dan pestisida. 4) Kelembaban atau rembesan air yang memicu perkembangan mikroba. b. Peralatan, yang terdiri dari : 1) Peralatan HVAC seperti debu atau kotoran pada saluran atau komponen lain, pertumbuhan mikroba pada humidifier, saluran, coil, penggunaan biosida, penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai ketentuan, sistem ventilasi yang kurang baik, alat pendingin (refrigerator) yang bocor. Sumber : https://businessnews.id/

 Pasar Modal Syariah

 Pasar Modal Syariah                  Instrument di pasar modal syariah saat ini meliputi saham yang masuk kategori Jakarta Islamic Index, Sukuk, dan reksadana syariah. Karena Bank tidak diperbolehkan berinvestasi pada saham, maka sukuk dan reksadana syariahlah menjadi secondary reserve dimana instrument ini dapat dijual di secondary market untuk sukuk dan dicairkan untuk reksadana syariah jika Bank…

Mempunyai akses ke pasar uang.

Mempunyai akses ke pasar uang.                         Pasar uang yang dimaksudkan di sini adalah pasar uang antar bank syariah dan pasar modal syariah. Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS)           Pasar Uang Antar Bank berdasarkan Prinsip Syariah adalah transaksi keuangan jangka pendek antar bank berdasarkan prinsip syariah baik dalam rupiah maupun valuta asing. Untuk saat ini,…

Adapun ketentuan SWBI sebagai berikut

Adapun ketentuan SWBI sebagai berikut 1)        Jumlah dana yang dititipkan sekurang-kurangnya Rp 500.000.000 dan selebihnya dengan kelipatan Rp 50.000.000,. Jangka waktu SWBI satu minggu, dua minggu, dan satu bulan yang dinyatakan dalam jumlah hari. 2)        Imbalan yang diterima pada saat jatuh tempo adalah berupa bonus. Besarnya bonus akan dihitung dengan menggunakan acuan tingkat indikasi imbalan PUAS, yaitu…

 Ruang Lingkup Ekonomi Mikro Islam

 Ruang Lingkup Ekonomi Mikro Islam

 Ruang Lingkup Ekonomi Mikro Islam Beberapa pokok bahasan ilmu Ekonomi Mikro Islam antara lain adalah sebagai berikut. Asumsi rasionalitas dalam ekonomi islami Yang dimaksud dengan asumsi rasionalitas adalah bahwa manusia berperilaku secara rasional (masuk akal), dan tidak akan secara sengaja membuat keputusan yang akan menjadikan mereka lebih buruk. Perilaku rasional mempunyai dua makna, yaitu metode…

Promosi kesehatan dan Perilaku

Promosi kesehatan dan Perilaku

Promosi kesehatan dan Perilaku Masalah kesehatan masyarakat, termaksud penyakit ditentukan oleh 2 faktor utama, yaitu perilaku dan non perilaku (fisik, sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya). Upaya intervensi terhadap faktor perilaku dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni: Pendidikan (education) Paksaan atau tekanan (coercion) Promosi kesehatan merupakan revitalisasi dari pendidikan kesehatan, maka dapat dikatakan bahwa promosi kesehatan…

Close
Menu