Contoh Aplikasi Variabel dalam Penelitian

Contoh Aplikasi Variabel dalam Penelitian

  1. Penelitian tentang perbedaan keberhasilan berdagang antara laki-laki dan perempuan. Dari penelitian tersebut misalnya diketahui bahwa pedagang laki-laki lebih berhasil dibandingkan dengan pedagang perempuan, lalu apa manfaat penelitian ini? Tindak lanjut apa dan bagaimana yang dapat dilakukan? Apakah kita sarankan pedagang perempuan diubah kelaminnya menjadi laki-laki? Atau apakah disarankan yang berdagang hanya laki-laki saja, sementara perempuan mencari pekerjaan lain?

Dengan masalah tersebut anda bisa membantah dan mengusulkan saran yang berguna misalnya : perempuan yang akan berdagang ditingkatkan kemampuannya supaya lebih berhasil. Alasan jenis kelamin juga dapat dikaitkan dengan kegiatan mengasuh anak.

  1. Penelitian tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa. Dari makna yang tersirat dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengungkap faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa dengan harapan memperoleh manfaat dapat meningkatkan peranan faktor-faktor yang ternyata besar terhadap minat baca mahasiswa.

Cukup bermanfaatkah penelitian ini? Dibandingkan dengan penelitian yang pertama mana yang lebih banyak manfaatnya? Untuk melakukan penelitiannya, tentu peneliti menentukan faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa, kemudian melalui kegiatan penelitian nya ia mencari data untuk melihat faktor-faktor mana yang lebih berpengaruh.

Pengertian Populasi dan Sampel

Populasi berasal dari kata bahasa Inggris “population”, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan kata populasi, orang kebanyakan menghubungkan dengan masalah-masalah kependudukan. Hal tersebut ada benarnya juga, karena itulah makna kata populasi yang sesungguhnya. Kemudian pada perkembangan yang selanjutnya kata populasi menjadi amat popular dan digunakan di berbagai disiplin ilmu.

Populasi dapat diartikan sebagai  wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu.

Misalnya akan melakukan penelitian di sekolah X, maka sekolah X ini merupakan populasi. Sekolah X mempunyai sejumlah orang/subyek dan obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlah/kuantitas. Tetapi sekolah X juga mempunyai karakteristik orang-orangnya, misalnya motivasi kedanya, disiplin kedanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya dan lain-lain. Satu orang pun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu barang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinannya dan lain-lain.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu. kesimpulannya akan dapat diberlakukan populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Bila sampel tidak representatif, maka ibarat orang buta disuruh menyimpulkan karakteristik gajah. Satu orang memegang telinga gajah, maka la menyimpulkan gajah itu seperti kipas. Orang kedua memegang badan gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu seperti tembok besar. Satu orang lagi memegang ekornya, maka la menyimpulkan gajah itu kecil seperti seutas tali. Begitulah kalau sampel yang dipilih tidak representatif, maka ibarat 3 orang buta itu yang membuat kesimpulan salah tentang gajah.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Close
Menu