Definisi Demokrasi

.Definisi Demokrasi

          Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni “demos” yang berarti rakyat atau penduduk setempat, dan “kratos” yang berarti pemerintahan. Jadi secara bahasa ( etimologis) demokrasi adalah pemerintahan rakyat banyak. Menurut Abraham Lincoln ( 1808-1865) mengatakan bahwa ” democracy is goverment of the people, by the people and for the people “ atau “ demokorasi itu adalah pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat “. Karena itu pemerintahan dikatakan demokratis, jika kekuasaan negara berada di tangan rakyat dan segala tindakan negara di tentukan oleh kehendak rakyat.

          Dalam pelaksanaannya, demokrasi sangat membutuhkan berbagai lembaga sosial dan politik yang dapat menopang bagi keberlangsungan suatu sistem demokrasi yang baik. Menurut Robert A. Dahl setidaknya ada enam lembaga yang dibutuhkan dalam penerapan sistem demokrasi ini, yakni :

1)             Para pejabat yang dipilih. Pemegang atau kendali terhadap segala keputusan pemerintahan mengenai kebijkan secara konstitusional berada di tangan para pejabat yang di pilih oleh warga negara. Jadi pemerintahan demokrasi modern  ini merupakan demokrasi perwakilan.

2)             Pemilihan umum yang jujur, adil, bebas dan berpriodik. Maksudnya disini, para pejabat ini di pilih melalui pemilu.

3)             Kebebasan berpendapat. Warga negara berhak menyatakan pendapat mereka sendiri tanpa adanya halangan serta ancaman dari penguasa.

4)             Akses informasi- informasi alternative. Warga negaraa berhak mencari sumber infromas[4]i yang alternative.

5)             Otonomi asosiasional, yakni warga negara berhak membentuk perkumpulan – perkumpulan atau organisasi – organisasi yang relatif bebas, termasuk partai politik dan kelompok kepentingan.

6)             Hak kewarganegaraan yang inklusif.

2.5.Sejarah Demokrasi

          Berbicara tentang demokrasi, Indonesia boleh dikatakan paling ahli. Tetapi melaksanakan demokrasi sesuai dengan watak Indonesia, bangsa Indonesia bisa dibilang paling tidak ahli. Selama lebih dari setengah abad ini, bangsa Indonesia telah menerapkan berbagai macam bentuk demokrasi dengan hasil yang mencemaskan.

          Pada awal kemerdekaan Indonesia telah mulai menata pemerintahan dengan bentuk demokrasi yang nyata. Tetapi karena tidak di imbangi dengan elemen-elemen organisasi kenegaraan secara lengkap, demokrasi itu berjalan dengan pincang.

          Soekarno kemudian menawarkan demokrasi dalam bentuk yang baru, yaitu” Demokrasi Terpimpin”. Akan tetapi Soekarno menerpakan model demokrasi barunya melalui “kudeta demokrasi” dengan mengeluarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 dan membubarkan konstituante dan malah menjadi sebuah langkah spekulasi banyak pihak, bahwa dengan Demokrasi Terpimpin Soekarno ingin menempatkan dirinya sebagai pusat kekuatan politik bangsa Indonesia, dengan kekuasaan penuh yang berpusat di tangan nya.


Sumber: https://bingo.co.id/facebook-uji-fitur-pengenal-wajah/

Close
Menu