Dua Kadisdik Bogor Bakal Bahas Tawuran

Dua Kadisdik Bogor Bakal Bahas Tawuran

Dua Kadisdik Bogor Bakal Bahas Tawuran

Dua Kadisdik Bogor Bakal Bahas Tawuran
Dua Kadisdik Bogor Bakal Bahas Tawuran

Maraknya aksi tindak tawuran pelajar, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor geram

. Rencananya, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin, akan melakukan pertemuan bersama kadisdik Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam, untuk membicarakan penanganan tawuran yang dilakukan para pelajar.

Menurut Fahrudin, rencana tersebut menyusul terjadinya aksi tawuran pela­jar di kawasan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat yang menyebabkan korban meninggal dunia dari pelajar SMPN 2 Cibungbulang. Korban tewas seketika dengan luka sabetan senjata tajam (sajam) di sekujur tubuhnya. ”Saya sangat me­nyayangkan. Kita secepatnya akan mela­kukan pertemuan untuk membahas ini,” katanya.

Fahrudin menjelaskan, ada bebe­rapa faktor yang bisa menyebabkan aksi tawuran

pelajar terjadi. Pertama, bisa jadi ini masalah di rumah yang dibawa ke sekolah. Kedua, bisa juga masalah di sekolah karena tidak efek­tif dalam kegiatan belajar mengajar. Terakhir, disebabkan faktor lingkungan. Untuk itu, semua pihak diharapkan terlibat dalam mencegah terjadinya tawuran.

Khusus disdik, sambung dia, pihaknya akan melakukan pencegahan dengan mengefektifkan Kegiatan Belajar Menga­jar (KBM) di sekolah. “Kalau anak-anak punya banyak waktu kosong yang tidak terarah, mereka pasti mencari kegia­tan lain. Sekolah harus efektif dalam urusan pendidikan agar anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, sehingga mereka tahu akan ke mana menuju cita-citanya,” jelas Fahrudin.

Sementara untuk pihak orang tua, diharapkan lebih selektif dalam menga­wasi pergaulan anak-anak

di luar sekolah. Sebab, peran orang tua se­lepas siswa pulang sekolah tak kalah penting.

“Yang berbahaya itu ketika anak-anak pulang sekolah jam 1 siang, tapi sam­pai rumah jam 6 sore. Nah itu siapa yang mengawasi? Di sinilah penyakit­nya. Sekolah harus mengomunikasikan dengan orang tua untuk mendampingi dan mengawal masing-masing anaknya selepas pulang se­kolah,” ujarnya.

 

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/wQl2/history-of-the-establishment-of-a-palestinian-state