Duhkha, artinya

AJARAN AGAMA BUDHA

Ajaran agama Budha bersumber dari kitab Tripitaka yang berarti tiga keranjang atau tiga kumpulan ajaran. Kitab ini merupakan kumpulan khotbah, keterangan, perumpamaan, dan percakapan sang Budha yang pernah dilakukan dengan para siswanya atau pengikutnya.

Ketiga ajaran tersebut adalah sebagai berikut :

1. Catur Arya Satyani
Ajaran pokok yang disampaikan oleh Buddha Gautama kepada murid-muridnya berupa empat kebenaran mulia yang di sebut Catur Arya Satyani, yang terdiri dari :
a. Duhkha, artinya penderitaan. Maksudnya adalah bahwa hidup di dunia adalah penderitaan.
b. Samudaya, artinya sebab penderitaan. Yang menyebabkan penderitaan adalah keinginan untuk hidup (the will to live), yang disebut Tanha.
c. Nirodha, artinya pemadaman. Maksudnya adalah bahwa cara pemadaman atau menghilangkan penderitaan adalah dengan jalan menghapuskan Tanha.
d. Margha, jalan untuk menghilangkan Tanha. Untuk menghilangkan tanha manusia harus menempuh delapan jalan mulia yang disebut Astha Arya Margha, yaitu :

a) Kepercayaan yang benar.
b) Niat dan pikiran yang benar.
c) Perkataan yang benar.
d) Perbuatan yang benar.
e) Mata pencaharian yang benar.
f) Usaha yang benar.
g) Kesadaran yang benar.
h) Samadhi yang benar.
Menurut Buddha Gautama, jika manusia mau melaksanakan hidup suci dengan melenyapkan Tanha, maka setelah ia melakukan serangkaian reinkarnasi pada akhirnya ia akan mencapai Nirwana.
2. Nirwana
Tujuan terakhir setiap pemeluk agama Budha adalah mencapai Nirwana. Dimana seseorang telah lepas dari samsara, yang berarti ia telah lepas dari penderitaan. Nirwana dapat diartikan padamnya segala api nafsu, berhentinya segala perasaan, hilangnya segala gangguan, pendek kata tercapai ketenangan dan kedamaian yang sempurna.
Tidak mudah untuk mencapai Nirwana, karena untuk mencapainya seseorang harus hidup suci, artinya seseorang harus menjauhi segala apa yang dilarang oleh agama Budha. Pada prinsipnya ada sepuluh larangan yang disebut Dasasila, yang merupakan pokok-pokok etika Budha. Yaitu :
a. Dilarang menyakiti atau membunuh sesama manusia.
b. Dilarang mencuri.
c. Dilarang berzina.
d. Dilarang berkata kasar atau berdusta.
e. Dilarang minum-minuman keras.
f. Dilarang serakah.
g. Dilarang melihat kesenangan.
h. Dilarang bersolek.
i. Dilarang tidur di tempat yang mewah.
j. Dilarang menerima suap.
Sepuluh larangan ini tidak berlaku untuk seluruh umat Budha, melainkan untuk dua kelompok. Pertama untuk pemeluk agama Budha yang biasa, yaitu Upasaka dan Upasika, yang dilarang mengerjakan yang dilarang dari nomor satu sampai lima. Sedangkan yang kedua adalah golongan pemuka-pemuka agama Budha yang terdiri dari Biksu dan Biksuni dilarang mengerjakan sepuluh larangan tersebut.

Pos-Pos Terbaru

Close
Menu