Fungsi Al-Qur’an

Fungsi Al-Qur’an

Dari sudut isi atau subsitansinya, funsi Al-Qur’an sebagai tersurat dalam nama-namanya adalah sebagai berikut :

a.Al-Huda (petunjuk)

b.Al-Furqon (pemisah)

c.Al-Syifa’ (obat)

d.Al-Mu’izhah (nasihat)

e.Al-Qur’an Sebagai Sistem Nilai

Keberagaman penafsiran ini merupakan perwujudan dari watak dasar yang dibawa oleh Al-Qur’an, terbuka terhadap keragaman penafsiran (interpretable) atau qobil An-Niqash dalam pemaknanya.Watak dasar Al-Qur’an yang menimbulkan keberagaman penafsiran di atas digambarkan oleh Abdullah Darraz dengan, “Bagaikan Intan yang setiap sudutny memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain, dan tidak mustahil jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat lebih banyak dari apa yang anda lihat.

      4.2 . HADIST[21]

Hadist sebagai sumber sumber ajaran Islam yang ke-dua setelah Al-Qur’an, telah menjadi perhatian khusus dikalangan para intelektual Muslim ataupun Barat (Orientalis) terutama perdebatan mereka tentang keotentikan Hadist-hadist nabi yang menyebabkan timbulnya kelompok-kelompok penentang Hadist (Inkarussunah).

A . Ilmu Hadist

Ilmu Hadits merupakan ilmu pengetahuan yang ke-dua setelah ilmu al-Qur’an yang mesti diketaui oleh setiap insan muslim. Berpegang kepada kedua sumber ilmu pengetahuan islam yang paling mendasar ini merupakan cara islam menyelamatkan diri dari tersesat yang salah.

Mempelajari al-Qur’an tidak bisa terlepas dari perhatian terhadap Ilmu Al-Hadist terutama sekali tentang ayat-ayat tasy-ri’ dan Qodho. Mempelajari Al-Hadist memelukan perhatian yang sangat teliti. Hal ini disebabkan berbagai asalan

a).Al-Hadist sebagai sumber Syari’ah yang kedua merupakan sumber ajaran yang

    lahir dari seseorang manusia, tidak lahir seperti Al-Qur’an, yang selalu dicatat

    oleh sahabat rosul setiap kali muncul.

b).Al-hadist sampai kepada kita melalui proses periwayatan para sahabat, tabi’in

    dan seterusnya, dalam kadar keperibadian yang berbeda-beda ditinjau dari

    kriteria para ahli ilmu hadist.

c).Al-Hadist sampai kepada kita lewat kurun waktu yang tidak terlepas dari

    sejarah peradapan manusai yang tidak punya jaminan untuk tegaknya

    kebenaran.

 

sum;ber :

Close
Menu