Fungsi Evaluasi dalam Pembelajaran

Fungsi Evaluasi dalam Pembelajaran

Fungsi Evaluasi dalam Pembelajaran

Fungsi Evaluasi dalam Pembelajaran
Fungsi Evaluasi dalam Pembelajaran

Tujuan evaluasi adalah suatu kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan sadar oleh guru dengan tujuan memperoleh kepastian mengenai keberhasilan belajar anak ddik dan memberikan masukan kepada guru mengenai yang dia lakukan dalam pengajaran. Dengan kata lain evaluasi yang dilakukan guru bertujuan untuk mengenai bahan-bahan pelajaran yang disampaikannya sudah dikuasai atau belum oleh anak didik, dan apakah kegiatan pengajaran yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut Sudirman, tujuan penilaian dalam belajar mengajar adalah:
a. Mengambil keputusan tentang hasil belajar,
b. Memahami anak didik, dan
c. Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.
Kemudian pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya anak didik dalam proses belajar mengajar. Ketidakberhasilan proses belajar mengajar disebabkan antara lain oleh:
a. Kemampuan anak didik yang rendah,
b. Kualitas materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak,
c. Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan, dan
d. Kompenen proses belajar mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan.
Dengan demikian yang tujuan evaluasi adalah untuk memperbaiki cara belajar mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi anak didik, serta menempatkan anak didik pada situasi belajar mengajar yang lebih tepat sesusai dengan tingkat kemampuan yang demikiannya.[5]
Tujuan evaluasi dapat dilihat dari dua segi, tujuan umum dan tujuan khusus.
a. Tujuan umum:
1) Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
2) Memungkinkan pendidik/ guru menilai aktivitas/ pengalaman yang didapat.
3) Menilai metode mengajar yang dipergunakan.
b. Tujuan khusus:
1) Merangsang kegiatan siswa,
2) menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan.
3) Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan, perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan.
4) Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang diperlakukan orang tua dan lembaga pendidikan.
5) Memperbaiki mutu pelajaran/ cara belajar/ cara belajar dan metode mengajar.[6]
Evaluasi siswa mempunyai enam tujuan utama :
a. Umpan balik bagi siswa,
b. Umpan balik bagi guru,
c. Informasi bagi orang tua,
d. Informasi bagi orang tua,
e. Informasi untuk pemilihan dan pemberian sertifikat,
f. Informasi untuk akuntanbilitas, dan
g. Intentif untuk meningkatkan upaya siswa.
Fungsi evaluasi adalah mutlak dilakukan dan merupakan kewajiban bagi setiap guru. Kewajiban bagi setiap guru karena pada akhirnya guru harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya ataupun kepada anak didik itu sendiri, bagaimana dan sampai dimana penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai anak didik tentang materi dan keterampilan-keterampilan mengenai mata ajaran yang telah diberikannya.
Evaluasi tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pengajaran, maka bagi guru mutlak harus mengenai fungsi evaluasi. Sehingga mudah menerapkannya untuk menilai keberhasilan pengajaran.[7]
Dalam kaitannya kegiatan belajar mengajar evaluasi mempunyai fungsi sangat penting, yaitu:
a. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki program bagi murid,
b. Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan taua hasil belajar dan setiap murid. Antara lain digunakan dalam rangka pemberian laporan kemajuan belajar murid kepada orang tua, penentuan lulus tidaknya seorang murid,
c. Untuk menentukan murid didalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh murid,
d. Untuk mengenal latar belakang (psikologis, fisik dan lingkungan) murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar, nantinya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pemecahan kesulitan-kesulitan belajar yang timbul.[8]
Selain itu, Wayan Nurkancana, dkk. Juga merumuskan masalah fungsi evaluasi ini. Menurut mereka evaluasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
a. Untuk mengetahui taraf kesiapan anak didik untuk menempatkan suatu pendidikan tertentu.
b. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai proses pendidikan yang telah dilaksanakan.
c. Untuk mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang diajarkan dapat dilanjutkan dengan bahan yang baru atau harus diulang kembali.
d. Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan atau jenis jabatan yang cocok untuk anak tersebut,
e. Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi yang menentukan apakah seorang anak dapat dinaikkan ke kelas yang lebih tinggi atau harus mengulang dikelas semula,
f. Untuk membandingkan apakah prestasi yang dicapai anak didik sudah sesuai dengan kapasitasnya atau belum,
g. Untuk menafsirkan apakah anak telah cukup matang untuk dilepaskan kedalam masyarakat atau untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi, dan
h. Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang digunakan dalam lapangan pendidikan.[9]

Sumber : https://tribunbatam.co.id/zipper-apk/

Close
Menu