Fungsi Teks Menurut Para Ahli

Fungsi Teks Menurut Para Ahli

Fungsi Teks Menurut Para Ahli

Fungsi Teks Menurut Para Ahli
Fungsi Teks Menurut Para Ahli

Fungsi Teks

Dalam teori komunikasi pembagian dipilih menurut fungsi. Fungsi sebuah teks adalah keseluruhan sifat yang bersama-sama menuju tujuan yang sama serta bagaimana dampaaknya. Fungsi dapat diukur dari sejauh mana tujuan teks bersatu dengan dampak meskipun sangat sulit untuk mengetahui sejauh mana kebersatuan dengan dampak itu dapat dilacak. Kadang-kadang kita hanya dapat mengandalkan pengalaman sendiri dalam membaca. Dalam pembagian teks kita harus membatasi diri pada fungsi-fungsi utama meskipun fungsi samping juga tidak bisa diabaikan.

a. Teks acuan

Sebuah teks baru disebut referensial acuan jika fungsi utama menyatakan sesuatu mengenai atau mengacu pada konteks, yaitu dunia riil atau dunia yang mungkin ada. Dalam teks referensil dapat digolongkan dalam beberapa jenis yakni teks informatif, teks diskursif, dan teks intruktif.

b. Teks ekspresif

Fungsi utama teks ini mengungkapkan perasaan, pertimbangan, dan sebagainya dalam diri pengarang. Istilah teks ekspresif biasanya dikaitkan dengan puisi lirik, namun tidak semua bentuk puisi dapat digolongkan pada jenis ini. Sementara itu, sejumlah besar teks prosa pun masih bersifat ekspresif, seperti surat-surat cinta, surat protes, berita singkat di kartu pos, dan lain-lain, dalam teks non sastra, bila seseorang mengungkapkan perasaan, ungkapan itu biasanya dapat disamakan dengan perasaannya sendiri. Namun, dalam teks-teks sastra atau fiksi, pengarang dapat menampilkan tokoh fiktif sebagai juru bicara.

c. Teks persuasif

Teks persuasif memiliki fungsi yakni memengaruhi pendapat, perasaan, dan perbuatan pembaca. Dalam dunia iklan, penidikan, pengajaran dan pers, teks persuasif sering dan hampir setiap hari kita jumpai.
Teks jenis ini ada dua yakni teks evaluatif dan teks direktif. Teks evaluatif biasanya dapat memengaruhi pendapat dan perasaan pembaca, misalnya ketika pembaca membaca resensi buku. Sementara teks direktif, memengaruhi kelakuan pembaca. Teks seperti ini sering pula bersifat evaluaitif, karena propaganda politik, seorang pembaca atau pendengar dapat mengubah pendiriannya dengan memberikan suara.

d. Teks mengenai teks

Dalam sastra sering terjadi bahwa bahan utama sebuah teks adalah teks itu sendiri. Teks mengenai bahan disebut metabahasa. Teks-teks sastra yang membahas kesastraan dapat disebut metasastra (meta bahasa Yunani berarti perihal atau mengenai), dan sajak biasa pula disebut metapuisi.

e. Teks yang berfungsi sosial

Dalam sastra, teks yang berfungsi sosial jarang dijumpai. Akan tetapi, ada bagian-bagian teks, kalimat, atau dialog singkat yang mempunyai fungsi sosial. Secara sekunder aspek sosial, atau menurut Jacobson aspek fatis, sering kita jumpai. Dengan ucapan basa-basi orang ingin menarik perhatian atau ingin mengawali suatu percakapan atau kontak.

f. Teks-teks sastra

Menurut Jacobson, semua faktor dari model komunikasi harus diikut sertakan dalam setiap ungkapan bahasa. Dominasi salah-satu fungsi menentukan dalam golongan mana teks yang bersangkutan harus ditempatkan.
Baca juga: