gagasan-gagasan Ibnu Taimiyah memiliki kelebihan tersendiri

Pemikiran dan Pembaharuan Islam Oleh Ibnu Taimiyah

Prinsip pemikiran Ibnu Taimiyah yang menolak semua otoritas kecuali al Quran dan Sunnah ini membuat gagasan-gagasan Ibnu Taimiyah memiliki kelebihan tersendiri. Disatu sisi prisip tersebut membuat Ibnu Taimiyyah sangat ketat bahkan radikal dalam menyikapi penyimpangan dalam dikurusus pemikiran yang berkembang pada zamanya. Sementara disisi lain prinsip tersebut membuat gagasan Ibnu Taimiyah terlihat keterbukaanya tehadap pemikiran lain karena standar yang menjadi patokan hanya prinsip dasar ajaran Islam.[11]

Metode berfikir Ibnu Taimiyah ini lebih lanjut berimplikasi

pada gagasan tentang perlunya kesinambungan kerja intelektual (ijtihad) dikalangan umat Islam. Ditolaknya segala bentuk kejumdan, taqlid dan fanatime tersebut membawa kepada suatu pemikiran tentang pentingnya pendekatan baru dalam kajian keagamaan, yaitu upaya optimalisasi seluruh perangkat pengetahuan guna menemukan konsep ideal yang merupakan pengejewantaha prinsip-prinsip wahyu dalam bentuk realitas. Munculnya pemikiran Ibnu Taimiyah ini sering diidentikan dengan kembali terbukanya pintu ijtihad.[12]
Dalam kerja intelektual, menurut Ibnu Taimiyah yang diperlukan adalah kesepakatan bulat anatara akal dan wahyu. Jadi dalam hal ini beliau menolak adanya bahasa figurasi untuk merasionalkan wahyu. Hal ini terkait dengan kedudukan sunnah sebagai pemberi penjelasan terbaik bagi kedudukan al Quran. Dalam hal ini akal Ibnu Taimiyah memang menempatkanya pada posisi dibawha teks-teks wahyu sebagai sumber asasi ajaran Islam. Akal tidak lain semata-mata sebagai alat untuk memahami kandungan AL Quran dan Hadits.[13]
Namun demikian bukan berarti Ibn Taimiyah menafikan fungsi akal sama sekali. Dalam hal ini tamoak bahwa beliau ingin menegaskan bahwa posisi sebenarnya akal dengan beberapa keterbatasan wahyu. Ibnu Taimiyah menghargai kedudukan akal, namun bagaimanapun akal tetap berada di bawah otoritas wahyu. Kerja akal dapat diterima apabila akal tersebut beroperasi dibawah bimbingan wahyu.[14]


Sumber: https://swatproject.org/

Close
Menu