Grab Sindir UU Lawas tahun 1960 yang Buat Sulit Bisnis di RI

Grab Sindir UU Lawas tahun 1960 yang Buat Sulit Bisnis di RI

Grab Sindir UU Lawas tahun 1960 yang Buat Sulit Bisnis di RI

Grab Sindir UU Lawas tahun 1960 yang Buat Sulit Bisnis di RI
Grab Sindir UU Lawas tahun 1960 yang Buat Sulit Bisnis di RI

– Grab menyarankan pemerintah untuk meninjau ulang segala aturan lawas

yang justru menghambat perkembangan bisnis di era Industri 4.0. Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata bahkan mengatakan bisnis Grab sempat terbentur aturan Undang Undang yang diundangkan pada tahun 1960-an.

“Mohon maaf ya saya temukan satu regulasi yang membuat bisnis kami agak sulit regulasi itu bentuknya UU tahun 1960. Bisa dibayangkan tidak,” kata Ridzki saat acara Business Innovation Gathering (BIG) 2019, di LIPI, Kamis (19/12).

Ridzki mengatakan undang-undang tersebut ditandatangani oleh Presiden Pertama di Indonesia.

Baginya aturan lawas yang berusia hampir 59 tahun itu tidak sesuai dengan kondisi era industri 4.0

“Itu keadaan sangat jauh berbeda. Beberapa terminologi baru diasosiasikan dengan satu perusahaan BUMN tertentu. Padahal itu adalah industri. Bukan perusahaan,” ujar Ridzki.

Lihat juga: RI Siapkan Rp1,6 T Bangun Uji Tabrak dan Mobil Listrik 2020

Ridzki mengatakan selain aturan lawas ada pula aturan turunan yang menyebabkan distorsi

terhadap industri 4.0. Ia kemudian memberikan contoh soal penerapan kendaraan listrik yang dinamakan GrabCar Electric Vehicle (GrabCar EV) yang turut terkena distorsi.

Ridzki mengatakan ada suatu proses yang mengharuskan nilai jual kendaraan. Ridzki mengatakan nilai jual kendaraan untuk mengetahui Bea Balik Nama (BBN)

“Urusan jadi panjang karena tidak dapat ditentukan buat balik namanya. Semangatnya luar biasa sekali tapi ada hal-hal kecil yang bisa memblokir semangat itu,” kata Ridzki.

“Regulation legacy harus dipindai. Saya sudah bilang ke Kemenristek juga,” tambahnya.

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/defense-legend-3-apk/

Close
Menu