Hadis Pada Masa Sahabat

Hadis Pada Masa Sahabat

Nabi wafat pada tahun 11 H, kepada ummatnya beliau meninggalkan dua pegangan sebagai dasar pedoman hidupnya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadis yang harus dipegang bagi pengaturan seluruh aspek kehidupan manusia. Setelah nabi saw wafat, kendali kepemimpinan ummat islam berada ditangan sahabat nabi. Sahabat nabi yang pertama menerima kepemimpinan itu adalah Abu Bakar as-Shiddiq wafat 13 H/ 634 M, kemudian disusun oleh Umar  Bin Khattab wafat 23 H/ 644 M, Usman Bin Affan wafat 35 H/ 656 M, dan Ali Bin Abi Thalib wafat 40 H/ 661 M.

  1. Abu Bakar as-Shiddiq

Menurut Muhammad Bin Ahmad al-dzahabiy Abu Bakar merupakan sahabat Nabi yang pertama-tama menunjukkan kehati-hatiannya dakam meriwayatkan hadis. Pernyataan al-dzahabiy didasarkan atas pengalaman Abu Bakar tatkala menghadapi kasus waris untuk seorang nenek. Suatu ketika, ada seorang nenek menghadap kepada khalifah Abu Bakar meminta hak waris dari harta yang ditinggalkan cucunya. Abu Bakar menjawab, bahwa ia tidak melihat petunjuk Al-Qur’an dan praktek Nabi yang memberikan bagian harta waris kepada nenek. Abu Bakar lalu bertanya kepada sahabat Al-Mughirah Bin Syu’bah menyatakan kepada Abu Bakar, bahwa Nabi telah memberikan bagian harta warisan kepada nenek sebesar 1/6 bagian. Al-Mughirah mengaku hadir tatkala Nabi menetapkan kewarisan nenek itu.[5] Mendengar pernyataan tersebut, Abu Bakar meminta agar Al-Mughirah menghadirkan seorang saksi, lalu Muhammad Bin Maslamah memberikan kesaksian atas kebenaran pernyataan Al-MUghirah itu. Akhirnya Abu Bakar menetapkan kewarisan nenek dengan memberikan 1/6 bagian berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw yang disampaikan oleh Al-Mughirah tersebut.

sumber :

Pos-pos Terbaru

Close
Menu