Interaksi Iptek dan Pembangunan

Interaksi Iptek dan Pembangunan

Interaksi Iptek dan Pembangunan

Interaksi Iptek dan Pembangunan
Interaksi Iptek dan Pembangunan

Teknologi dan Pembangunan di Indonesia

Semua hasil yang dicapai dalam sektor moderen hanyalah khayalan kosong belaka kecuali kalau ada pertumbuhan yang sehat. Tetapi dewasa ini bagian terbesar rakyat Indonesia bukan hanya hidup sangat melarat, namun juga diliputi rasa putus asa yang berkepanjangan. Pengangguran terbuka maupun tersembunyi di pedesaan sering dikira semata-mata akibat pertambahan penduduk. Tetapi mereka yang berpendapat demikian itu masih harus menerangkan mengapa tambahan penduduk itu tidak dapat bekerja. Dikatakan bahwa mereka tak dapat bekerja karena tak punya modal. Tetapi apakah modal itu? Modal adalah buah tangan manusia. Kekurangan modal dapat dipakai untuk menjelaskan produktivitas yang rendah, tetapi tidak untuk menjelaskan nihilnya kesempatan kerja. Yang jelas penduduk pedesaan tidak bekerja atau hanya kadangkadang bekerja. Sehingga miskin dan tak berdaya. Seringkali putus asa dan nekad meninggalkan kampung halamannya untuk mencari penghasilan apapun di kota besar. Karena itu pertanyaannya dapat dikemukakan dengan sederhana: Apa yang dapat dilakukan untuk menyehatkan kehidupan ekonomi di luar kota-kota besar, di kota-kota kecil, dan di desa-desa yang masih menampung 58% dari penduduk negeri ini? Setidaknya, bagian yang cukup besar dari kegiatan pembangunan harus menghindari kota-kota besar. Sebaliknya justru langsung berusaha menciptakan struktur agro-industri di pedesaan dan di kota-kota kecil.

 

Untuk orang miskin, kesempatan kerja adalah

kebutuhan yang paling besar, dan bahkan kerja yang upahnya rendah dan relatif tak produktif sekalipun masih lebih baik daripada menganggur. Seperti kata Gabriel Ardant: Jaminan kerja harus didahulukan daripada kesempurnaan. Agar sektor industri dapat berperan sebagai motor penggerak pembangunan maka perkembangannya harus didorong oleh sektor pertanian yang berkembang dalam bentuk agroindustri dan agrobisnis, dengan agroindustri berperan sebagai prime mover. Inti pendekatannya adalah meningkatkan keterkaitan sektor pertanian dengan sektor industri manufaktur.

Upaya yang dipilih untuk itu adalah:

  1. Meningkatkan permintaan agregat terhadap komoditi hasil sektor pertanian dengan mendorong pertumbuhan investasi di sektor manufaktur yang tertuju pada pengolahan hasil-hasil pertanian;
  2. Memperkuat industri alat-alat proses agar lebih mampu menyediakan dan menanggapi permintaan barang modal yang diperlukan dalam industri manufaktur pengolahan hasil pertanian;
  3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian dengan melakukan intervensi teknologis;
  4. Mengalokasikan sumberdaya iptek untuk mendukung ketiga kegiatan di atas, yaitu:
  5. Mengembangkan teknik dan sistem budidaya yang lebih efisien dan produktif,
  6. Mengembangkan proses-proses pengolahan hasil-hasil pertanian, dan
  7. Mengembangkan industri alat-alat proses.

Kalau Indonesia memfokuskan diri dengan benar pada sektor agribisnis

maka tidak ada negara lain yang mampu menandingi kita. Memfokuskan diri dengan benar itu antara lain adalah menciptakan berjuta-juta tempat kerja baru di pedesaan dan kota kecil dalam lingkup industri dengan teknologi terjangkau. Tugas kita yang sebenarnya dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. tempat kerja itu harus cukup murah sehingga dapat dibangun dalam jumlah besar tanpa memerlukan tingkat pembentukan modal dan impor yang tak mungkin dicapai;
  2. tempat kerja itu harus dibangun di daerah-daerah yang dihuni orang, bukan di daerah kota tempat orang cenderung pindah (urbanisasi);
  3. cara produksi, organisasi, persediaan bahan baku, keuangan, dan pemasaran, harus sederhana. Tak terlalu banyak menuntut ketrampilan yang tinggi; dan
  4. produksi harus terutama menggunakan bahan-bahan setempat.

Semua syarat tersebut dapat dipenuhi hanya jika ada pendekatan regional dalam pembangunan. Harus ada usaha secara sadar untuk mengembangkan teknologi terjangkau atau dengan mengambil istilah E. F Schumacher yaitu teknologi madya.

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/