Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon Ikuti Study Komparatif

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon Ikuti Study Komparatif

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon Ikuti Study Komparatif

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon Ikuti Study Komparatif
Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon Ikuti Study Komparatif

Kabid Urais dan Binsyar Kemenag Jabar, Kasi Bimas Islam se Jabar dan Kelompok Kerja

Penghulu tingkat provinsi Jabar melaksanakan study komparatif ke Kemenag Kanwil DIY.

Giat study komparatif dimulai semenjak tanggal 28 Februari hingga 3 Maret 2018. Kasi Bimas Islam Kemenag kota Cirebon Slamet mengatakan pihaknya mengikuti juga ikut dalam rombongan tersebut.

Kepada RMOL Jabar malam ini (2/3) Slamet mengemukakan kegiatan study komparatif y

ang digagas oleh kantor Kemenag Wilayah Jawa Barat tersebut dipusatkan di 2 titik.

Study Komparatif Pertama

“Pertama KUA kecamatan Tempel kabupaten Sleman DIY. KUA ini merupakan juara nasional KUA teladan se Indonesia. Padahal kalau dilihat dari jumlah nikah per tahun hanya 300 peristiwa dan termasuk type C,” kata Slamet yang kini masih di DIY.

Slamet menyebutkan ternyata pimpinan atau kepala KUA di kecamatan Tempel kabupaten Sleman itu adalah Ujang warga asli Jawa Barat, tepatnya Sukabumi.

Lalu apa yang membuat KUA ini juara padahal termasuk KUA kecil ? Berdasarkan hasil pembahasan, papar Slamet, paling tidak disebabkan karena berani ‘Out of The Box’, yakni kemampuan inovasi dari seluruh elemen yang terkait, internal maupun eksternal.

Selain itu, lanjut Slamet, KUA kecamatan Tempel kabupaten Sleman juga mampu melakukan inovasi

unggulan sebagai dicanangkan oleh Kantor Kementerian Agama Pusat atau dengan kata lain, menjadi inovasi tingkat nasional. Ketiga Inovasi Unggulan itu :

Pertama, sebut Slamet, Integritas (Kemanunggalan hati dan kerja serta mewujudkan clean goverment). Kedua, lanjut Ia, Pemberdayaan ekonomi berbasis masjid bekerja sama dengan Baznas kabupaten Sleman.

“Para pelaku ekonomi kecil yang kurang modal di kabupaten Sleman diberdayakan melalui jamaah masjid. Hasilnya, jamaah masjid semakin meningkat,” jelas Slamet.

Ketiga, sambung Slamet, Kolaborasi tahfidz dengan madrasah. Dalam konteks ini, terang Slamet, KUA menjadikan beberapa madrasah binaan yang ada di bawah lingkungan kerjanya menjadi anak binaan untum mengjafal quran.

“Tiga inovasi ini menghantarkan KUA ini juara KUA teladan tingkat Nasional,” pungkas Slamet.

Study Komparatif Kedua.

Study komparatif kedua dipusatkan di Kanwil Kemenag DIY. Di tempat tersebut, sasaran perbandingan pembelajaran difocuskan pada penerapan SIMKAH Terintegrasi dengan Disdukcapil.

“Di DIY hampir seluruh KUA sudah menerapkan SIMKAH Teritegrasi. Dimana semua data ngeling dan terintegrasi ke Disdukcapil. Sehingga memudahkan untuk input dan validasinya,” ujar Slamet.

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/