Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir
Kerangka Berpikir

Citra cenderung memengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan memilih tempat perbelanjaan. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu membuat kebijakan-kebijakan pemasaran pada toko mereka sehingga mampu membentuk citra yang baik di benak konsumen sehingga mereka mau berbelanja di toko tersebut. Adapun variabel citra toko yang diteliti dan dibahas disini meliputi aspek teknis dan operasional toko yang meliputi lokasi, harga, keragaman produk, pelayanan dan atmosfer toko. Tidak semua variabel teknis operasional toko diteliti karena ada saling keterkaitan diantara atribut determinan citra toko yaitu pelayanan, yang di dalamnya dapat meliputi atribut fisik toko, dan personal penjualan.

  1. Pengaruh lokasi terhadap pemilihan tempat perbelanjaan.

Lokasi merupakan salah satu citra yang diperhatikan konsumen. Lokasi perusahaan dalam benak konsumen dapat membedakan dari perusahaan pesaing, sehingga memungkinkannya untuk mencapai keuntungan yang dapat dipertahankan. Strategi perusahaan harus melibatkan pertimbangan lokasi dalam keseluruhan rencana pemasaran. Konsumen umumnya mempertimbangkan jarak dan waktu untuk sampai di tempat perbelanjaan. Konsumen dalam berbelanja juga dipengaruhi rincian yang spesifik pada tempat, kemudahan transportasi, lokasi toko di mana toko itu dibangun, wilayah perdagangan yang ramai dan luas. Di lain pihak pengecer mempertimbangkan pendirian toko di tempat dimana tidak ada aktivitas perdagangan, yang diharapkan akan dikunjungi oleh konsumen. Semakin dekat dan baik lokasi tempat perbelanjaan dengan pasar sasaran maka akan semakin banyak konsumen berbelanja.

  1. Pengaruh keragaman produk terhadap pemilihan tempat perbelanjaan.

Produk merupakan persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Konsumen membeli produk di toko eceran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kedalaman, luas, dan kualitas keragaman barang sering memengaruhi konsumen dalam pemilihan toko, hal ini berlaku khususnya untuk toserba dan toko-toko lain di pusat perbelanjaan. Toko yang lengkap menjual semua diversifikasi yang ada pada tiap merek produk dan menjual tiap jenis produk akan banyak dipilih oleh konsumen. Konsumen memilih toko berdasarkan kemampuannya dalam memenuhi kepuasan yang diharapkan konsumen salah satunya yaitu tersedianya semua produk dalam satu tempat.

  1. Pengaruh harga terhadap pemilihan tempat perbelanjaan.

Harga yang ditetapkan oleh pengecer tidak dapat terlalu tinggi karena konsumen dapat berpaling ke produk-produk pesaing. Penetapan harga yang baik berarti mencari harga yang menguntungkan kedua pihak. Harga murah dan mahal dapat menjadi efektif pada situasi yang berbeda. Penetapan harga murah/rendah, umumnya mengarah kepada volume penjualan yang lebih besar. Sementara, harga-harga mahal/tinggi biasanya membatasi ukuran dan pasar mereka untuk meningkatkan laba per unit. Pada eceran berjenis swalayan, volume penjualan tumbuh karena perusahaan menyediakan beragam produk pada harga di bawah harga yang dapat ditawarkan oleh para pesaing. Kecenderungan beberapa tahun terakhir harga mengalami tekanan. Hal tersebut disebabkan karena pendapatan riil konsumen tetap atau menurun, mereka akan melakukan aktivitas belanja dengan lebih hati-hati. Jadi semakin murah harga yang di tawarkan tempat perbelanjaan maka semakin banyak konsumen memilih tempat perbelanjaan tersebut.

  1. Pengaruh pelayanan terhadap pemilihan tempat perbelanjaan.

Kualitas pelayanan yang baik terjadi jika perusahaan ataupun penyedia produk dapat memberikan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan oleh konsumen. Hal ini akan menimbulkan perasaan senang pada diri konsumen dan akan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

Pelayanan toko yang diberikan seharusnya sesuai dengan kehendak konsumen, sehingga ukuran keberhasilan pelayanan tidak muncul dari pihak manajemen, akan tetapi dari pemakai produk itu sendiri.

  1. Pengaruh atmosfer toko terhadap pemilihan tempat perbelanjaan.

Atmosfer toko berhubungan dengan manipulasi desain hubungan, ruang interior dan eksterior, tata ruang, lorong-lorong, tekstur karpet dan dinding, bau, warna, bentuk, suara, susunan barang (layout), jenis pameran dan pose para boneka yang dapat memengaruhi persepsi konsumen atas suasana toko. Banyak konsumen menginginkan kelas tersendiri di dalam toko. Sering sekali tanda-tanda diluar mengundang orang untuk masuk ke dalam toko. Saat masuk dan berada di dalam konsumen dihadapkan dengan grafik sebagai petunjuk, peraga dan barang yang bersih dan kontemporer, penerangan serta warna-warna yang mendorong orang untuk tetap berada di dalam dan berbelanja.

Variabel-variabel tersebut dalam penelitian ini diteliti untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap pemilihan tempat perbelanjaan pada konsumen Pamella Tujuh Swalayan, baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama. Penelitian ini meneliti konsumen Pamella Tujuh Swalayan mengenai faktor mereka memilih Pamella Tujuh Swalayan dalam berbelanja. Penelitian ini bertujuan menyelidiki bagaimana pengaruh citra toko Pamella Tujuh Swalayan terhadap konsumennya. Penelitian ini dapat mengetahui faktor yang paling berpengaruh diantara dimensi citra toko yang meliputi aspek teknis dan operasional toko terhadap pemilihan tempat perbelanjaan.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/