Kisah Perjalanan Sulit Kakak Beradik ‘Melintasi Langit’ Pegunungan Himalaya demi Bersekolah

Kisah Perjalanan Sulit Kakak Beradik 'Melintasi Langit' Pegunungan Himalaya demi Bersekolah

Kisah Perjalanan Sulit Kakak Beradik ‘Melintasi Langit’ Pegunungan Himalaya demi Bersekolah

Kisah Perjalanan Sulit Kakak Beradik 'Melintasi Langit' Pegunungan Himalaya demi Bersekolah
Kisah Perjalanan Sulit Kakak Beradik ‘Melintasi Langit’ Pegunungan Himalaya demi Bersekolah

bolak-balik ke sekolah Radhika dan Yoshada dari desa di pegunungan Himalaya dapat ditempuh selama enam jam dan melalui daerah pegunungan yang berbahaya. Namun pendidikan sangat penting bagi kakak beradik yang berusia 14 dan 16 tahun ini.

Inilah kisah Radhika dan Yashoda:

Pada pukul 05:00 pagi, pada pagi yang cerah di tengah musim hujan, Radhika dan Rashoda mencuci muka di beranda rumah. Mereka saling menggoda siapa yang bisa mendapat roti lebih banyak untuk sarapan.

Namun sebelumnya, mereka berdoa di kuil Hindu di Syaba tengah, desa dengan penduduk 500 orang, di negara bagian India Uttrakhand.

Bunyi bel menunjukkan perlindungan dari dewa-dewa.

Dua kakak beradik ini adalah dua dari enam anak yang melakukan perjalanan berisiko ke sekolah dari rumah mereka yang berada di tempat terpencil. Sang ayah melepaskan mereka dengan senyum dan terlihat khawatir.

Trek yang mereka lalui dapat ditempuh antara dua sampai tiga jam,

satu kali jalan, tergantung dari cuaca. Namun inilah satu-satunya cara untuk mencapai kota Maneri dan Malla, tempat anak-anak perempuan ini sekolah.

Tidak ada jalan masuk ke Syaba. Mereka melalui jalan-jalan sulit ini sambil membawa bekal makan siang berupaya kari sayur dan juga buku-buku sekolah. Jalur yang mereka lalui termasuk jalan setapak sempit dan juga berbatuan.

Salah satu yang yang paling sulit adalah melintasi Sungai Bhagirathi dengan kereta gantung.

Mereka harus menarik tali kereta gantung itu sendiri untuk menyeberang.Tentunya perlu tenaga yang kuat, apalagi bila hujan dan tali lebih berat untuk ditarik. Luka-luka akibat tarikan tali ini lumrah terjadi.

Penduduk desa bahkah ada yang kehilangan jari karena kabel kereta gantung. “Kami harus berpegangan erat di kereta agar kami tak jatuh,” kata Yoshada.

Sepupu mereka sempat terjatuh ke sungai yang deras, dan untungnya selamat.

“Kami juga harus berhati-hati dengan minyak di kabel supaya seragam kami tak kotor,” kata Yashoda.

“Celana seragam kami berwarna putih, jadi kalau ada noda terlihat.”

Banyak Lintah

Begitu mereka tiba di sisi utara Sungai Bhagirathi, mereka menunggu angkutan yang membawa mereka ke sekolah.

Hutan yang lebat juga merupakan bahaya tersendiri. Beruang dan macan tutul pernah dilihat sanak saudara dan tetangga mereka.

Di Pegunungan Himalaya Uttrakhand, terdapat sekitar 200 desa seperti Syaba, yang terletak sekitar 400 kilometer dari Delhi. Sejumlah desa dapat dilalui dengan jalan darat, namun sebagian besar hanya dapat dilalui dengan jalan kaki.

 

Baca Juga :