Pelaku Bullying Takut Tak Diterima di Lingkungan Masyarakat

Pelaku Bullying Takut Tak Diterima di Lingkungan Masyarakat

Pelaku Bullying Takut Tak Diterima di Lingkungan Masyarakat

Pelaku Bullying Takut Tak Diterima di Lingkungan Masyarakat
Pelaku Bullying Takut Tak Diterima di Lingkungan Masyarakat

Sebanyak sembilan pelaku bullying terhadap SB, siswi sekokah dasar di sekitar Thamrin City,

Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjalani pemeriksaan oleh petugas. Semuanya masih berada di Rumah Antara, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Kepala Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani, Neneng Hariyani pelaku mengalami ketakutan terhadap lingkungannya. Mereka khawatir tak diterima. “Karena jadi kasus video viral, jadi masyarakat umum tahu, mereka takut masyarakat takut tidak menerima mereka kembali,” kata dia, Jumat (21/7).

Sehingga pelaku akan diberikan pemahaman etika, moral, agama,

agar paham apa yang dilakukannya itu salah.

Sebelum kembali ke lingkungannya, pelaku akan diajarkan kedisiplinan dan diperketat terhadap pemahaman agama. “Di sini, semua anak sama, gak ada geng-gengan, karena geng-gengan itu salah, semua sama dan mengerjakan tugas masing-masing,” terang dia.

Selain itu ada pemeriksaan psikologi dilakukan para pelaku.” Kesembilan anak sedang menjalani pemeriksaan oleh psikolog,”‎ kata dia.

Pemeriksaan psikologi, kata Neneng, merupakan bagian dari proses rehabilitasi anak,

untuk mengetahui psikis anak. Kondisi mereka selama berada disana kesehatannya sangat baik. “Untuk mengetahui apakah mereka ada trauma atau tidak. Kesehatan anak-anak dalam keadaan baik, begitupun dengan kesehatan psikisnya,” tukas dia.

 

Baca Juga :