Pengaruh atas Laporan Auditor

Pengaruh atas Laporan Auditor

Pengaruh atas Laporan Auditor

Pengaruh atas Laporan Auditor
Pengaruh atas Laporan Auditor
Kegagalan untuk mencatat atau mengungkapkan peristiwa kemudian dalam laporan keuangan akan menyebabkan auditor tidak dapat memberi pendapat wajar tanpa pengecualian. Tergantung pada materialitasnya, auditor harus memberi pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar karena laporan keuangan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum.
Membaca Notulen Rapat
Notulen rapat pemegang saham, dewan komisaris, komite – komitenya, sepertinya komite keuangan dan komite audit, mungkin berisi hal – hal penting bagi suatu audit. Auditor harus memastikan bahwa semua notulen hasil rapat yang diselenggarakan selama periode diperiksa dan selama periode sejak tanggal neraca sampai dengan akhir pekerjaan lapangan telah disediakan klien untuk direview. Pembacaan notulen-notulen rapat biasanya dilakukan segera setelah auditor menerimanya, agar auditor mempunyai waktu yang cukup untuk mempelajari dan menilai signifikansinya terhadap audit.
Mendapatkan Bukti tentang Tuntutan Hukum, Klaim, dan Keputusan Pengadilan
FASB mendefinisikan kontingensi (contingency) sebagai adanya kondisi, situasi, atau sejumlah keadaan yang tidak pasti, baik yang bersifat menguntungkan maupun yang merugikan yang kepastiannya akan tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih kejadian di masa datang. Tergantung pada tingkat kemungkinan pembayaran di masa datang, prinsip akuntansi berlaku umum mengharuskan kontingensi merugikan untuk diperlakukan sebagai salah satu dari kemungkinan berikut: (1) dicatat sebagai utang bersyarat, (2) diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan, dan (3) diabaikan.
Pertimbangan Audit
Auditor harus mendapatkan bukti tentang:
  1. Adanya suatu kondisi, situasi, atau sejumlah keadaan yang mengindikasikan ketidakpastian tentang kemungkinan kerugian terhadap perusahaan yang berasal dari tuntutan hukum, klaim, atau keputusan pengadilan.
  2. Periode terjadinya penyebab tindakan hukum.
  3. Tingkat kemungkinan terjadinya hasil yang tidak menguntungkan.
  4. Jumlah atau perkiraan kerugian potensial.

 

Berhubung tentang tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengadilan berada dalam pengetahuan langsung manajemen, maka manajemen merupakan sumber informasi dalam hal ini. Oleh karena itu, auditor harus:
  1. Mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan dengan manajemen tentang cara untuk mengidentifikasikan tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengadilan.
  2. Mendapatkan deskripsi dan evaluasi dari manajemen tentang tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengadilan yang ada pada tanggal neraca.
  3. Mendapatkan jaminan dari manajemen mengenai keberadaan klaim yang belum ada keputusannya.

Sumber : https://ekonomija.org/

Close
Menu