Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya

Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya

Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya

 

Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya
Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya

Proses Booting

Secara umum program BIOS yaitu sebuah perangkat lunak dasar terpanggil. Sebab memang biasanya BIOS berada pada alamat tersebut. Kemudian BIOS akan melakukan cek terhadap semua galat dalam memori, device-device yang tersambung kepada komputer (seperti porta-porta serial dan lain-lain). Inilah yang disebut dengan POST (Power-On Self Test).

Setelah pengecekan terhadap sistem tersebut selesai, maka BIOS akan mencari sistem operasi (OS), memuatnya di memori dan mengeksekusinya. Dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS (khusus pengguna Windows, saat Anda menyalakan komputer tekan tombol delete terus menerus hingga tampilan menu BIOS keluar.

Di situ Anda bisa mengetahui detail perihal komputer Anda seperti memori komputer, Anda bisa menentukan agar BIOS mencari sistem operasi (OS) ke dalam cakram flopi, cakram keras, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang Anda inginkan.

Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya

BIOS sebenarnya tidak memuat sistem operasi (OS) secara lengkap. Ia hanya memuat satu bagian dari program yang ada di sektor pertama (first sector, disebut juga boot sector) pada media diska yang Anda tentukan tadi. Bagian/fragmen dari program sistem operasi (OS) tersebut sebesar 512 bita, dan 2 bita terakhir dari fragmen sandi tersebut haruslah 0xAA55 (disebut juga sebagai boot signature). Jika boot signature tersebut tidak ada, maka media diska dikatakan tidak bootable, dan BIOS akan mencari sistem operasi (OS) pada media diska berikutnya.

Fragmen program (Fragmen code) yang harus berada pada boot sector tadi disebut sebagai boot-strap loader. BIOS akan memuat boot-strap loader tersebut ke dalam memori diawali pada alamat 0x7C00, kemudian menjalankan boot-strap loader tadi. Akhirnya sekarang kekuasaan berpindah kepada boot-strap loader untuk memuat sistem operasi (OS) dan melakukan pengaturan yang diperlukan agar sistem operasi (OS) bisa berjalan.

Warm & Cold Booting

1. Warm booting ialah proses menghidupkan komputer tanpa memutus hubungan arus listrik, post hingga sistem bisa dipakai. Cool booting ialah proses mematikan sistem, baik itu shutdown ataupun restart.

2. Booting Dingin (Cool booting): komputer dalam keadaan mati – Booting dingin (Cool Boot) Booting dingin ialah suatu proses start up yang diawali dengan kondisi komputer off. Seluruh bagian komputer CPU, monitor dalam kondisi mati (off). Pada saat itu tidak ada aktivitas hardware maupun software. Untuk memulai Cool Boot bisa dilakukan dengan menekan tombol power pada CPU.

3. Booting hangat (Warm Boot) Booting hangat ialah suatu proses start up dengan pengulangan pembacaan software sistem operasi (OS) di mana komputer berada pada kondisi aktif (on). Banyak alasan yang melatarbelakangi penggunaan alternatif warm boot, di antaranya sistem operasi (OS) yang mengalami trouble (hank), program terkunci, dan lain-lain.

Pada program seperti Windows tersedia menu khusus untuk melakukan warm boot melalui menu Restart. Sementara cara hardware bisa ditempuh dengan menekan tombol Reset pada CPU.

Nah itulah Pengertian Booting pada Komputer dan Jenisnya, semoga bermanfaat! Terimaksih sudah berkunjung.

Sumber: gameboxx.me

Close
Menu