Penjelasan Khiyar Aibi

Penjelasan Khiyar Aibi

Penjelasan Khiyar Aibi

Penjelasan Khiyar Aibi
Penjelasan Khiyar Aibi

Waktu Khiyar ‘Aibi

Khiyar ‘Aibi tetap ada sejak munculnya cacat walaupun akad telah berlangsung cukup lama. Mengenai membatalkan akad setelah diketahui adanya cacat, baik secara langsung atau ditangguhkan, terdapat dua pendapat yaitu:
1. Ulama Syafi’iyah dan Malikiyah berpendapat bahwa pembatalan akad harus dilakukan ketika diketahui cacat yakni secara langsung, tidak boleh ditangguhkan.
2. Ulama Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa pembatalan akad harus dilakukan ketika diketahui cacat yang ditangguhkan, tidak secara langsung menurut adat.

Hukum Akad Dalam Khiyar ‘Aibi

Hak kepemilikan barang Khiyar yang masih memungkinkan adanya ‘Aibi berada ditangan pada pembeli sebab jika tidak terdapat kecacatan, barang tersebut adalah milik pembeli secara lazim.
Dampak dari Khiyar ‘Aibi adalah menjadikan akad menjadi tidak lazim bagi yang berhak Khiyar, baik rela atas cacat tersebut sehingga batal Khiyar dan akad menjadi lazim, atau mengembalikan barang kepada pemiliknya sehingga akad menjadi batal.

Perkara Yang Menghalangi Untuk Mengembalikan Barang Ma’qud’alaih (barang) Yang Cacat Tidak Boleh Dikembalikan Dan Akad Menjadi Lazim dengan Adanya sebab-sebab berikut:
1. Ridha setelah mengetahui adanya cacat baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Menggugurkan Khiyar secara jelas maupun secara samar-samar.
3. Barang yang rusak karena pembeli atau berubah dari bentuyk asal.
4. Adanya tambahan barang pada barang yang bersatu dengan barang tersebut seperti munculnya buah dari tumbuhan atau lahirnya anak hewan dari binatang

Mewariskan Khiyar ‘Aibi

Ulama Fiqh sepakat bahwa Khiyar ‘Aibi diwariskan sebab berhubungan dengan barang dengan demikian jika yang memiliki hak Khiyar ‘Aibi itu meninggal, ahli warisnya memiliki hak menerima barang yang selamat dari cacat.

Baca Juga:

Close
Menu