Refleksi Pembelajaran

Refleksi Pembelajaran

Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh guru pamong atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.

Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Dalam menyampaikan saran-sarannya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, tidak berdasarkan opininya. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.

Kegiatan lesson study yang dilakukan di MIN Kolomayan Wonodadi Blitar ini dilaksanakan oleh tiap praktikan. Dari hasil pelaksanaan lesson study terdapat banyak pengalaman yang didapatkan baik ketika sebagai guru model ataupun sebagai observer. Sebagai guru model, dapat mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan ketika mengajar serta dapat mengetahui bagaimana kesuksesan hasil pembelajaran yang kita lakukan.

Setelah beberapa kali menjadi observer hal yang menjadi kekurangan kami dalam pelaksanaan atau  do Lesson Study adalah proses mengamati yang kami rasa masih kurang spesifik terhadap tingkah laku dan antusiasme peserta didik yang cenderung naik turun sesuai dengan motivasi yang terbangun dalam diri peserta didik. Kami kadang merasa sulit saat harus menjelaskan keadaan peserta didik pada saat apakah peserta didik dinyatakan mengalami motivasi dan tidak termotivasi. Karena selama pengalaman kami menjadi observer motivasi itu tampak naik turun. Pada setiap tahap peserta didik akan mengalami gejolak motivasi dan keaktifan. Sehingga saat telah dicatat peserta didik tersebut tidak berkonsentrasi tapi ternyata meskipun mereka diam dan tidak berdiskusi, ternyata mereka belajar. Dari mimik dan gerak-gerik keaktifan saja menurut kami masih kurang menunjukkan bahwa peserta didik benar-benar belajar. Tetapi pendekatan yang lebih mendalam mengenai karakter cara belajar peserta didik dan disesuaikan dengan kegiatan belajar peserta didik dalam kelas maka dapat diamati lebih baik apakah peserta didik dapat belajar atau tidak. Karakter belajar peserta didik memiliki banyak keunikan, sehingga saat menjadi observer ini merupakan suatu pandangan kami untuk dapat menyatakan peserta didik tersebut telah belajar atau belum.

bacac juga :

Close
Menu