Relawan Bencana Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

Relawan Bencana Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

Relawan Bencana Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

 

Relawan Bencana Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

(BPBD) Kota Bogor

Sebanyak 39 peserta relawan bencana mengikuti Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor di Bumi Perkemahan Sukamantri, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Senin (26/02/2018).

Acara yang digelar 26-28 Februari 2018 ini secara resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat yang sekaligus menjabat sebagai Kepala BPBD Kota Bogor dengan melakukan penyematan kepada peserta didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan.

Ketua Pelaksana Mochammad Yaffies mengatakan

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Bencana merupakan kegiatan yang digagas BPBD Kota Bogor bekerja sama dengan unsur TNI, BPBD Provinsi Jawa Barat dan Basarnas.

Menurutnya Kota Bogor merupakan daerah rawan bencana. Pemerintah Daerah (Pemda) adalah penanggung jawab penanganan bencana dan setiap orang memiliki kewajiban melakukan penanggulangan bencana termasuk lembaga pemerintah.

“Untuk itu maksud dan tujuan pelatihan ini untuk mengakomodir kebutuhan pemerintah dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta relawan dan meningkatkan kapasitas relawan bencana, serta meningkatkan daya kerja relawan bencana sehingga menghasilkan relawan yang tangkas dan tangguh menghadapi bencana.

“Dari 39 peserta, 14 orang dari internal BPBD Kota Bogor yang belum mendapatkan pelatihan dan 25 orang dari masyarakat Kota Bogor yang tersebar di 25 kelurahan, yang sebelumnya hanya diikuti 15 kelurahan,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan menambahkan, para peserta akan diberikan beberapa materi, diantaranya karakteristik bencana di Kota Bogor, pedoman relawan penanggulangan bencana, peran relawan saat tanggap darurat, peran relawan saat pemulihan, peran relawan dalam aspek logistik penanggulangan bencana, standar minimal pertolongan dan evakuasi korban, konsepsi dasar SAR dan dasar-dasar bertahan hidup, pengenalan pusdalops, mekanisme komunikasi dan informasi, pos komando (posko) tanggap darurat, pengetahuan dalam vertical rescue, pengetahuan dalam water rescue, First Aids Snack Bite (penanganan gigitan ular), baris berbaris hingga simulasi.

“Diharapkan para peserta dapat mengikuti semua yang akan diberikan pemateri dan instruktur, baik itu teori maupun praktek sehingga nantinya dapat dipraktekkan dalam menanggulangi bencana di setiap wilayah,” ujarnya.

Kota Bogor merupakan salah satu daerah rawan bencana

Bahkan banyak kejadian bencana viral di sosial media. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berdomisili di Kota Bogor sehingga menjadi sorotan semua pihak.

Jadi apa yang terjadi di Kota Bogor akan sangat cepat dilihat

Untuk itu perlu keterlibatan lintas instansi termasuk TNI/Polri juga relawan dalam menanggulangi bencana baik sebelum bencana terjadi maupun pasca bencana,” jelasnya.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/