Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Sejarah Berdirinya Candi Borobudur
Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Sobat, mempunyai warisan sejarah yang diakui dunia memang membuat Indonesia menjadi menakjubkan. Candi Borobudur, menjadi salah satu peninggalan sejarah yang diakui dunia. Jika orang luar negeri saja begitu ingin mengetahui bagaimana tentang Candi Borobudur, tentu Sobat sebagai bangsa yang memiliki candi  harus lebih tahu tentang candi. Salah satu yang bisa dipelajari adalah sejarahnya. Yuk  Menelusuri Sejarah Candi Borobudur dengan terus membaca artikel ini.

Borobudur merupakan Candi Budha yang terletak di di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Tepatnya sekitar 100 km di sebelah barat daya Semarang, atau 86 km di sebelah barat Surakarta,  atau 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Meski banyak buku-buku yang ditemukan membahas tentang  Candi Borobudur, namun belum diketahui secara pasti kapan candi ini didirikan. Kajian tentang waktu pembangunan candi menemukan bukti bahwa candi ini dibangun pada akhir  abad  ke-8 sampai awal abad ke-9. Ini dianalisis dari prasasti-prasasti disekitar candi berupa tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya periode antara abad ke 8 dan pertengahan abad ke 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng-lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran-dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu.

Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh bangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

Tahap Pembangunan Borobudur

Berikut admin paparkan tahapan pembangunan Candi Borobudur:

Tahap Pertama sekitar tahun 775 Masehi

Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak, tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar. Dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida berundak dan penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar yang diatasnya langsung dibangun stupa tunggal.

Tahap Kedua sekitar tahun 790 Masehi

Banyak arkeolog menduga perancangan Candi Borobudur sekarang ini didasarkan pada perancangan awal candi tersebut. Perancangan awal Borobudur ditengarai adalah stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya yang membahayakan tubuh dan kaki sehingga memutuskan untuk membongkar stupa raksasa diganti dengan tiga barisan stupa kecil dan stupa induk seperti sekarang ini. Pada periode ini bersamaan dengan pembangunan Candi Kalasan,tahap kedua Lumbung tahap kedua dan Sojiwan.tahap pertama.

Tahap Ketiga sekitar tahun 810 Masehi

Terjadi perubahan rancang bangun, undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. Karena alasan tertentu pondasi diperlebar, dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk. Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar, sekaligus menyembunyikan relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu. Pada periode tahap ketiga ini bersamaan dengan dibangunnya Candi Kalasan III, Sewa III, Lumbung III, Sojiwan II

Tahap Keempat sekitar tahun 835 Masehi

Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu, serta pelebaran ujung kaki. Pada tahun 835 Masehi bersamaan dengan pembangunan Candi Gedong Songo tahap pertama, Sambisari, Badut tahap pertama, Kuning, Banon, Sari dan Plaosan.

Baca juga artikel: