Sejarah Feminisme

Sejarah Feminisme

Sejarah Feminisme

Sejarah Feminisme

Dalam sejarah ada banyak sumber tentang gerakan perempuan dalam memperjuangkan haknya, tetapi yang paling sering menjadi rujukan ialah gerakan yang berkembang pada abad 15-18 M di Eropa. Pergerakan paling awal yang ditemukan ialah oleh Christine de Pizan yang menulis tentang ketidakadilan yang dialami perempuan.


Kemudian pada abad ke 18 pergerakan yang cukup signifikan mulai tumbuh. Dua tokoh utama pergerakan ini adalah Susan dan Elizabeth. Mereka ketika itu telah berhasil memperjuangkan hal politik yaitu hak untuk memilih bagi perempuan. Kemudian memasuki abad ke 19 dengan dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condoracet, gerakan ini terus berkembang hingga sampai ke negara-negara penjajahan Eropa, secara bersamaan, gerakan mereka disebut sebagai “Universal Sisterhood”. Dalam perkembangannya ada tiga gelombang pergerakan feminisme yaitu:


  1. Gelombang Pertama “Suara Perempuan”

Gelombang pertama atau yang sering disebut dengan gelombang suara perempuan pertama kali dipelopori oleh aktivis sosialis Charles Fourier tahun 1837. Pada gelombang ini pergerakan yang awalnya berpusat di Eropa pindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak adanya publikasi buku berjudul The Subjection Of Women “1869” karya Joh Stuart Mill. Perjuangan kaum wanita dalam menuntu revolusi sosial dan politik terhadap hak perempuan mulai memuahkan hasil sekitar tahun 1830-1840. Seiring dengan pemberantasan praktek perbudakan hak-hak kaum perempuan mulai diperhatikan.


  1. Gelombang Kedua

Setelah berakhirnya perang dunia kedua yang ditandai dengan lahirnya negara-negara baru setelah mereka terbebas dari penjajahan bangsa eropa, gerakan feminisme mencapai puancaknya. Mereka mulai menyuarakan hak suara perempuan dalam hak suara parlemen “pihak yang ikut menjalankan sistem pemerintahan”.


Peningkatan dan semangat kaum perempuan dalam memperjuangkan haknya memuncak pada awal tahun 1970. Tokoh utama yang sering dikaitkan dengan gerakan feminisme gelombang kedua ini ialah para feminis Perancis seperti Helene Cixous “Yahudi kelahiran Algeria yang menetap di Perancis” dan Julia Kristeva “orang Bulgaria yang menetap di Perancis”. Tujuan utama gerakan feminisme kedua ialah untuk menuntuk kebebasan bagi wanita yang sering dipandang rendah dan diperlukan dengan tidak layak.


  1. Gelombang Ketiga

Gelombang ketiga ini berkaitan dengan gelombang kedua. Pada gelombang ketiga feminis lebih berfokus untuk mendapatkan posisi dalam sistem pemerintahan negaranya. Mereka beranggapan bahwa bidang politik merupakan tempat yang harus memiliki perwakilannya agar hak-hak wanita dapat terus dijaga.


Hingga sekarang, feminisme masih ada dan aktif dalam mengakampanyekan berbagai isu sosial seperti pornografi, hak reproduksi, kekerasan terhadap perempuan atau hak-hak legal perempuan. Kaum Feminis juga ikut terlibat dalam memperjuangkan gerakan sosial yang serupa seperti gerakan kaum lesbian dan gay.


Sumber: https://www.cyberpost.co.id/2020/04/24/magisto-video-editor-apk/

Close
Menu