SEJARAH PEMBUKUAN HADIS

SEJARAH PEMBUKUAN HADIS

1. Hadis pada masa Rasulullah SAW

Hadis atau sunah adalah sumber hukum islam yang kedua yang merupakan landasan dan pedoman dalam kehidupan umat islam setelah Al Qur’an, karena itu perhatian kepada hadis yang di terima Muhammad SAW dilakukan dengan cara memahami dan menyampaikannya kepada orang yang belum mengetahuinya. Pada zaman Rasulullah para sahabat yang meriwayatkan hadis yang pertama. Para sahabat penerima hadis langsung dari Muhammad SAW baik yang sifatnya pelajaran maupun jawaban atas masalah yang dihadapi. Pada masa ini para sahabat umumnya tidak melakukan penulisan terhadap hadis yang diterima. Hal ini disebabkan antara lain :

a. Khawatir tulisan hadis itu bercampur dengan tulisan Al Qur’an
b. Menghindarkan umat menyadarkan ajatan islam kepada hadis saja.
c. Khawatir dalam meriwayatkan hadis salah, dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Nabi Muhhammad SAW

2. Hadis pada masa Khulafaur Rasyidin

Setelah Rasulullah SAW wafat para sahabat mulai menyebarkan hadis kepada kaum muslimin melalui tabligh. Nabi Muhammad SAW bersabda yan artinya :

Sampaikanlah dari padaku, walaupun hanya satu ayat !

Disamping itu Rasulullah berpesan kepada para sahabat agar bberhati-hati, dan memeriksa suatu kebenaran hadis yang hendak disampaikan kepada kaum muslimin. Pada masa Abubakar dan Umar, hadis belum meluas kepada masyarakat. Karena para sahabat lebih mengutamakan mengembangkan Al Qur’an.

Ada dua cara meriwayatkan hadis pada masa sahabat :
a. Dengan lafal aslinya, sesuai yang dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW.
b. Dengan maknanya, bukan lafalnya. Karena mereka tidak hafal lafalnya.

Cara yang kedua ini menimbulkan macam-macam lafal (matan), tetapi maksud dan isinya adalah sama. Hal ini menimbulkan kesempatan kepada sahabat-sahabat yang dekat dengan Rasulullah SAW untuk mengembangkan hadiis, walaupun mereka tersebar ke kota-kota lain.

3. Masa pembukuan hadis pada masa Umar bin Abdul Aziz

Ide pembukuan hadis pertama-tama dicetuskan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz pada awal abad ke-2 hijriyah. Sebagai khalifah pada masa itu beliau memandang perlu untuk membukukan hadis. Karena ia menyadari bahwa para perawi hadis makin lama semakin banyak yang meninggal. Apabila hadis-hadis tersebut tidak dibukukan, maka dikhawatirkan akan lenyap dari permukaan bumi. Di samping itu timbulnya berbagai golongan yang bertikai dalam persoalan kekhalifahan menyebabkan adanya kelompok yang membuat hadis palsu untuk memperkuat pendapatnya. Sebagai penulis hadis yang pertama dan terkenal pada saat itu ialah Abu Bakar Muhammad Ibnu Muslimin Ibnu Syihab Az Zuhry.

 

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/

Close
Menu