Sel-Sel yang Bersifat Parenkim

Sel-Sel yang Bersifat Parenkim

Sel-Sel yang Bersifat ParenkimSel-Sel yang Bersifat Parenkim

Sel-sel yang bersifat parenkim sebagai struktur kayu daun jarum terbagi menjadi dua bagian yakni sel parenkim aksial dan sel parenkim jari-jari.

1. Sel Parenkim Aksial

Parenkim aksial merupakan sel yang memiliki bentuk kotak, persegi empat kecuali sel yang terdapat pada ujungnya dengan bentuk bulat atau runcing. Secara umum, sel trakeida memiliki dinding sel yang tipis daripada sel trakeida. Sel parenkim aksial tersusun secara vertikal dan lumennya berisi endapat berwarna gelap. Pada dinding sel parenkim aksial terdapat noktah sederhana (Pandit & Ramdan, 2002).
Pada struktur kayu daun jarum, sel parenkim aksial memiliki tiga penyebaran yakni diffuse (menyebar secara terpencar), menyebar membentuk garis tangensial pendek, dan menyebar membentuk garis tangensial panjang. Penyebaran sel parenkim ini biasanya digunakan sebagai acuan untuk mengenal jenis-jenis kayu daun jarum (Pandit & Ramdan, 2002).
2. Parenkim Jari-Jari (Jari-Jari Kayu)  
Jari-jari kayu merupakan bagian struktur kayu daun jarum yang memiliki bentuk garis tipis megrah ke empulur kayu apabila dilihat pada penampang melintang. Jari jari kayu yang berukuran lebar terbetuk akibat adanya saluran damar radial di dalam jari-jari sehingga membentuk jari-jari fusiform dengan bentuk gelondong (Pandit & Ramdan, 2002).
Berdasarkan macamnya, jari jari dapat disebut sebagai jari-jari satu macam dan dua macam. Jari-jari kayu satu macam artinya suatu jenis kayu hanya memiliki jari-jari sempit saja. Sedangkan jari-jari kayu dua macam artinya suatu jenis kayu memiliki jari-jari sempit dan jari-jari lebar. Ukuran jari-jari kayu pada umumnya dapat dilihat berdasarkan ukuran jumlah sel dan uuran mikron. Ukuran humlah sel terdiri dari tiga bagian yakni 1-10 sel disebut jari-jari kayu rendah, 10-15 sel disebut jari-jari kayu sedang, dan 15- lebih dari 60 sel disebut sebgai jari-jari kayi tinggi. Selanjutnya untuk ukuran mikro terdiri dari dua bagian yakni 15-30 mikron disebut sebagai jari-jari kayu rendah dan 500-1000 mikron disebut sebgai jari-jari kayu tinggi (Pandit & Ramdan, 2002).
C. Pernoktahan Silang Jari-Jari (Crossfild)
Pembentukan noktah setengah halaman (halphordered) diawali dengan bergabungnya noktah sederhana pada dinding parenkim jari-jari dan noktah halaman pada dinding sel trakeida aksial. Selanjutnya pasangan noktah setengah halama akan terbentuk apabila parenkim jari-jari bersinggungan dengan trakeida aksial (Pandit & Ramdan, 2002).
Tidak semua noktah dapat muncul pada dinding sel parenkim. Terkadang pada bagian dinding sel parenkim jari-jari di bagian daerah pernoktahan silang jari-jari tidak terdapat noktah sehingga noktah halaman pada dinding sel trakeida aksial sebagai penentu sistem pernoktahan. Pada bidang silang jari-jari terdapat 5 tipe pernoktahan yaitu fenestriform yang ditandai dengan noktah dan arpertur besar, pinoid yang ditandai dengan noktah lebih kecil dan halaman tidak tentu, piceoid yang ditandai dengan noktah berbentuk elips, arpertur sempit dan extended, cupressoid yang ditandai dengan noktah berbentuk elips, arpertur elip dan included, dan taxodioid yang ditandai dengan arepertur sangat besar, noktah berbentuk bulat sampai oval, serta memiliki ukuran yang lebih besar dari halaman noktah dan included (Pandit & Ramdan, 2002).
Close
Menu