Seragam SMA Gratis untuk Jatim, Sekolah Diimbau Tak Jual Seragam

Seragam SMA Gratis untuk Jatim, Sekolah Diimbau Tak Jual Seragam

Seragam SMA Gratis untuk Jatim, Sekolah Diimbau Tak Jual Seragam

Seragam SMA Gratis untuk Jatim, Sekolah Diimbau Tak Jual Seragam
Seragam SMA Gratis untuk Jatim, Sekolah Diimbau Tak Jual Seragam

Mendekati hari masuk sekolah, Plt (pelaksana tugas) Kepala Dinas Pendidikan

(Dindik) Jatim Hudiyono menghimbau agar sekolah tidak memaksakan murid barunya segera mengenakan seragam apabila belum memiliki atau belum membeli.

Pasalnya Dindik Jatim tahun ini kembali memberikan fasilitas seragam baru bagi peserta didik tahun ajaran 2019/2020 di SMA/SMK negeri dan swasta. Yakni seragam abu-abu putih dan Pramuka yang kemungkinan akan terealisasi pada September mendatang.

Untuk itu, sekolah tidak harus memaksakan murid barunya untuk membeli seragam di koperasi

atau komite sekolah. Dengan demikian, murid dapat menunggu dan menggunakan seragam lama (SMP, red) mereka dahulu.
Baca Juga:

Seragam Gratis SMA/SMK di Jatim Gagal Lelang, Begini Kronologinya
Kumpulkan Kasek, Kain Seragam Gratis di Kota Mojokerto Segera Didistribusikan
Ini Kata Plt Kadindik Jatim Soal Kegagalan Lelang Seragam SMA dan SMK
Kain Seragam Gratis Pramuka SD dan SMP Minggu Ini Dibagikan

“Tidak ada paksaan harus beli di sekolah, dan sekolah tidak boleh mewajibkan kepada siswa untuk membeli di sekolah. Kalau mau beli di luar (toko, red) silakan. Kalau tidak, pakai dulu seragam yang lama. Pokoknya murid harus diterima dahulu,” ujar Hudiyono, Selasa (2/7/2019).

Selain itu Dindik telah mengeluarkan surat edaran nomor 420/3846/101.1/2019 agar sekolah tidak memaksakan siswa baru untuk membeli seragam melalui koperasi sekolah atau komite sekolah kecuali atas permintaan orangtua/wali peserta didik.

Saat ini, program pemerintah Jatim untuk pengadaan seragam putih abu-abu dan pramuka bagi 38 kabupaten/kota

telah dilaksanakan, diharapkan murid-murid tetap bersabar hingga seragam tersebut tiba di sekolah masing-masing.

Yang paling penting, menurut Hudiyono, murid dapat sekolah dan menerimanya pembelajaran terlebih dahulu daripada harus membatasi ruang gerak siswa karena tidak memakai seragam baru

 

Baca Juga :