Sumber sejarah

Sumber sejarah

Peristiwa yang terjadi masa lampau dapat di ungkap bila ada sumber sejarah yang mendukung. Sumber sejarah terdiri atas :

  1. Sumber lisan : keterangan langsung dari saksi dari peristiwa yang terjadi masa lampau atau dari oang yang menerima keterangan dari orang lain Umpama ; rekaman pidato, hasilwawancara, dan narasumber pelaku, atau saksi sejarah
  2. Sumber tertulis. Sumber yang di peroleh melalui peninggalan peninggalan tertulis, Umpama ; prasasti, dokumen naskah, surat perjanjian , buku, makalah dll
  3. Sumber benda (artefak )  peninggalan benda benda budaya, Umpama ; bangunan prasati,patung, senjata dll.

Berdasarkan urutan penyampaiannya sumber sejarah dibagi dalam beberapa jenis  :

  1. Sumber primer ( sumber pertamsa )

Sumber primer yaitu;peninggalan asli sejarah seperti;prasasti,kronik,piagam,candi yang benar benar berasal dari zaman nya.

  1. Sumber sekunder.

Sumber sekunder yaitu benda benda tiruan dari benda aslinya atau sumber pustaka hasil penelitian para ahli ahli sejarah ,laporan penelitian,dan terjemahan kitab kitab kuno.

  1. Sumber terrier (sumber ke tiga )
  2. Yaitu buku-buku sjarah yang di susun berdasarkan laporan penelitianahli sejarah tanpa melakukan penelitian langsung[13]
  1. Awal Lahirnya Sejarah Kebudayaan Islam

Peradaban dunia menjelang lahirnya Islam telah menyimpang jauh dari ketentuan ajaran Allah. Pada masa pra Islam terdapat dua kekuatan peradaban dunia, yaitu Romawi Timur dan Peradaban Persia, dua kerajaan yang menjadi tetangga Arab, tempat lahirnya Islam. Dua kekuatan besar tersebut merupakan dua super power dunia pada masa itu sekaligus merupakan adikuasa dunia. Arab sebagai tempat munculnya agama Islam belum dikenal dalam percaturan sejarah dunia sebelumnya.

Peradaban Arab ketika itu memiliki corak, yaitu bobroknya moralitas, bahkan sama sekali tidak mencerminkan budaya yang positif, sehingga peradaban Arab ketika itu disebut sebagai peradaban jahiliah. Jahiliah memiliki konotasi jahil (bodoh) khususnya dalam hal moralitas, yaitu norma-norma pergaulan antarsesama, dimana ketika itu antarkabilah saling bermusuhan untuk saling berebut hegemoni. Demikian pula hak-hak asasi manusia khususnya perempuan , dan kaum lemah tidak pernah ada, yang kuat memperdaya yang lemah , yang kaya memperdaya yang miskin  dan seterusnya. Sedangkan dalam hal kemajuan budaya kebendaan, sebenarnya masyarakat Arab memiliki budaya yang cukup maju untuk ukuran zamannya. Dengan demikian, jahiliah khususnya diperuntukkan dalam hal moralitas dan teologi. Dalam situasi dan kondisi perdaban dunia yang semacam itulah nabi Muhammad diutus Allah untuk membawa agama Islam dengan menjunjung tinggi peradaban moral

Kondisi bangsa Arab sebelum kedatangan Islam, terutama disekitar Mekah masih diwarnai dengan penyembahan berhala sebagai tuhan. Yang dikenal dikenal dengan istilah paganisme[14].  Selain menyembabah berhala, dikalangan bangsa Arab adapula yang menyembah agama Masehi (Nasrani), agama ini dipeluk oleh penduduk Yaman, Najran, dan Syam. Disamping itu juga agama Yahudi yang dipeluk oleh penduduk Yahudi imigran di Yaman dan Madinah, serta agama Majusi, yaitu agama orang-orang Persia.

Demikianlah keadaan bangsa Arab menjelang kelahiran Nabi Muhammad yang membawa Islam di tengah-tengah bangsa Arab. Masa itu biasa disebut dengan zaman jahiliah, masa kegelapan dan kebodohan dalam hal agama, bukan dalam hal lain seperti ekonomi dan sastra karena dalam dua hal yang terakhir ini bangsa Arab mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mekah bukan hanya merupakan pusat perdagangan lokal, tetapi juga sebagai jalur perdagangan dunia yang sangat penting pada saat itu, yang menghubungkan antara utara Syam, dan Selatan yaman, antara timur Persia dan barat Abesinia dan Mesir.

Dalam bidang sastra, pada masa ini sastra juga memiliki arti penting dalam kehidupan bangsa Arab, mereka mengabadikan peristiwa-peristiwa dalam syair yang diperlombakan setiap tahun di pasar seni Ukaz, Majinnah, dan Majaz. Bagi yang memiliki syair yang bagus, maka diberikan hadiah, dan mendapat kehormatan bagi suku atau kabilahnya serta syairnya digantungkan di Ka’bah yang dinamakan Al-Muállaq As-Sab’ah. Bangsa Arab juga dikenal suku berperang. Peperangan antarsuku tidak pernah berhenti, saling berebut kekuasaan dan pengaruh merupakan kepahlawanan yang dibanggakan. Namun dibalik semua itu, bangsa Arab sejak dahulu memiliki sifat ksatria, setia pada kawan, dan menepati janji. Bangsa Arab suka menghormati tamu dan memberi suaka kepada siapapun yang meminta perlindungan ke rumah mereka. Mereka juga memberi makan dan minum kepada kafilah padang pasir dan menghargai kepahlawanan, sebagai contoh bahwa bangsa Arab Quraisy suka membela orang-orang yang tidak berdaya dari golongan mereka sendiri serta selalu bermusyawarah dalam persoalan keluarga.

sumber :

https://happinetjp.com/slice-it-apk/

Close
Menu