Tata Cara, Niat dan Doa Sholat Witir

Tata Cara, Niat dan Doa Sholat Witir

Tata Cara, Niat dan Doa Sholat Witir

Tata Cara, Niat dan Doa Sholat Witir
Tata Cara, Niat dan Doa Sholat Witir

Sholat Witir

adalah Sholat Sunnah yang Bilangannya Ganjil, Biasa dilakukan pada Malam Hari sebagai Penutup dari Sholat malam (Tahajjud) / Sholat Terawih.

Bilangan Sholat Witir adalah Ganjil. Bisa Di lakukan sedikitnya Satu Raka’at, dan Biasanya yang banyak di lakukan adalah Tiga Raka’at dengan Dua salam. Dari Abu Hurairah r.a , bahwa Ia Berkata : “Kekasihku Rasulullah salallahu ‘alaihi wassallam Mewasiatkan kepadaku Tiga Hal, Yaitu : Puasa Tiga Hari setiap Bulan, Dua Raka’at Sholat Dhuha, dan Sholat Witir sebelum Tidur”.
(HR. Muttafaq ‘alaihi).

Diriwiyatkan dari Abu Ayyub al-Anshari r.a , bahwa Rasulullah salallahu ‘alaihi wassallam. Bersabda :
“Sholat Witir adalah Haq bagi setiap Orang Muslim. Maka Siapa yang Ingin Mengerjakan Lima Raka’at maka Kerjakanlah. Siapa yang Ingin mengerjakan Tiga Raka’at maka Kerjakanlah. Dan Siapa yang Ingi mengerjakan Satu Raka’at, maka Kerjakanlah”. (HR. Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i).

Paling banyak Sebelas Raka’at tiap Dua Raka’at Salam dan yang Terakhir Satu Salam..
~ Surat yang dibaca pada Raka’at Pertama adalah Surat Al-Aa’la : 1-19.
~ Surat yang di baca pada Raka’at Kedua adalah Surat Al-Kafirun : 1-6. Atau Surat2 yang lainnya.
~ Sedang dalam Raka’at Paling Akhir (yang Ganjil) adalah Surah Al-Ikhlas : 1-4, Surah Al-Falaq : 1-5, Surah An-Nas : 1-6.
** Waktu Mengerjakan Sholat Witir adalah sepanjang malam, Sesudah Shalat Isya atau Sesudah Sholat Tahajjud, sedang di Bulan Ramadhan adalah sesudah Sholat Terawih.
Jadi Shokat Witir tidak hanya di kerjakan di Bulan Ramadhan saja, tetapi di Kerjakan pada Tiap-tiap malam walaupun hanya satu Raka’at..
Rasulullah salallahu ‘alaihi wassallam. Bersabda : “Sesungguhnya Allah telah Menambahkan untuk kalian Satu Sholat yaitu Shalat Witir. Maka Kerjakanlah Sholat Witir antara Sholat Isya hingga Sholat Shubuh”.
(HR. Imam Ahmad dari Abu Basrah).

Lafadzh Niat Sholat Witir Dua Raka’at

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ
ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Ushaallii Sunnatal Witri Rak’atainii Makmumman/Imaaman Lillaahi Ta’allaa.”
(Aku Niat Sholat Sunnah Witir Dua Raka’at sebagai Makmum/Imam karena Allah Ta’ala).

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-ayat-kursi-beserta-terjemahan-dan-keutamaannya-lengkap/

Lafadzh Niat Sholat Witir Satu Raka’at

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﺭَﻛْﻌَﺔً ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ
ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Ushaallii Rak’atal Witri Sunnatan Makmuuman/Imaaman Lillaahii Ta’allaa”.
(Aku Niat Sholat Witir Satu Raka’at sebagai Makmum/Imam karena Allah Ta’ala).

Lafaz niat shalat Witir 3 rakaat

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ
ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
usholli sunnatal witri tsalatsa raka’atin
mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
(Saya niat sholat witir tiga rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.)

Ali r.a , Berkata : “Sholat Witir itu tidak diharuskan sebagaimana Sholat Wajib. Akan tetapi, Rasulullah saw. Selalu mengerjakannya.
Beliau Bersabda : “Allah itu Witir (Ganjil) dan Suka pada yang Ganjil, maka Sholat Witirlah kalian, wahai Ahli Qur’an”.
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dari Aisyah r.a , Berkata : “Dari semua waktu-waktu malam, Rasulullah saw. Mengerjakan Sholat Witir. Beliau pernah Mengerjakan Sholat Witir pada Permulaan Malam, pernah pada Tengah Malam, dan Pernah pada Akhir Malam, serta paling Akhir Beliau mengerjakan Sholat Witir pada Waktu Sahur”.
(HR. Muttaffaq ‘alaih).

Dari Ibnu Umar r.a , Berkata , Nabi saw. Bersabda : “Akhiri Sholat Malammu dengan yang Ganjil (Witir)”.
(HR. Muttafaq ‘alaih)

Do’a Sesudah Sholat Witir

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

“Allaahumma innaa nas-aluka iimaaman daa-iman wa nas-aluka Qalban khaasyi’an wa nas aluka ‘ilman naafi’an wa nas-aluka yaqiinan shaadiqan wa nas-aluka ‘amalan shaalihan wa nas-aluka diinan qayyiman wa nas-aluka khairan katsiiran wa nas-aluka ‘afwawal ‘aafiyata wa nas-aluka tamaamal ‘aafiyati wa nas-alukasy Syukra’alal ‘aafiyati wa nas-aluka ghinaa ‘aninnaasi.
Allaahumma rabbanaa taqqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa tadharru’anaa wa ta’abbudunaa wa tammim taqshiiranaa ya Allaahu ya Allaahu ya Allaahu ya Arhamar raahimiina wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammaadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iina wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina…”

Artinya : “Wahai Tuhanku !! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang Langeng, kami memohon kepada-Mu Hati yang Khusyuk, kami memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu Keyakinan yang Benar, kami memohon kepada-Mu Amal yang Shaleh, kami memohon kepada-Mu Agama yang Lurus, kami memohon kepada-Mu Kebaikan yang Banyak, kami memohon kepada-Mu Ampunan dan Kesehatan, kami memohon kepada-Mu Kesehatan yang Sempurna, kami memohon kepada-Mu Bersyukur atas Kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu Kecukupan dari semua Manusia.

Wahai Tuhanku !! Tuhan kami, Terimalah Sholat kami, Puasa kami, Rukuk kami, Khusyuk kami, kerendahan kami, dan Pengabdian kami serta sempurnakanlah kekurangan kami.
Wahai Allah.. !! Wahai Allah.. !! Wahai Allah..!!
Wahai Dzat yang Maha Penyayang !! Berilah kesejahteraan kepada sebaik-baik Makhluk yakni Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya, dan Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta Alam”.