Teori Motivasi Berdasarkan Kebutuhan

Teori Motivasi Berdasarkan Kebutuhan

Teori Motivasi Berdasarkan Kebutuhan

Teori Motivasi Berdasarkan Kebutuhan
Teori Motivasi Berdasarkan Kebutuhan

 

Teori ini berdasarkan pada adanya kebutuhan

yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Teori kebutuhan ini dikemukaan oleh Abraham Maslow (Supardi dan Anwar, 2002) yang berdasarkan teori dalam dua hal pokok yaitu: (1) setiap orang dimotivasi oleh keinginan untuk memuaskan suatu kebutuhan. (2) kebutuhan itu tersusun secara hierarkhis. Maslow (Owen, 1991) menyebutkan bahwa lima kebutuhan manusia yang tersusun secara hierarkhis yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan terhadap penghargaan, dan kebutuhan terhadap aktualisasi diri. Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan seperti rasa lapar, haus, sex, perumahan, tidur dan sebagainya. Kebutuhan rasa aman yaitu kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan dari bahaya, ancaman dan perampasan, ataupun pemecatan dari pekerjaan (Owens, 1991).

Kebutuhan sosial yaitu

kebutuhan akan rasa cinta dan kepuasan dalam menjalani hubungan dengan orang lain, kepuasan dan perasaan memiliki serta dirterima dalam suatu kelompok, rasa kekeluargaan, persahabatan dan kasih sayang (Winardi, 2004). Kebutuhan penghar-gaan yaitu kebutuhan akan status dan kedudukan, kehormatan diri, reputasi dan prestasi (Robbins, 1998). Kebutuhan aktualisasi diri mempergunakan potensi diri, pengembangan diri semaksimal mungkin, kreatifitas, ekspresi diri, dan melakukan apa yang paling cocok, serta menyelesaikan (Kartono. 2003). Dengan adanya pengakuan dari masyarakat sese-orang akan dapat merasakan kepuasan dalam hidupnya.
Proses kebutuhan-kebutuhan yang disebutkan di atas saling tergantung dan saling menopang. Kebutuhan yang paling rendah tidak hilang jika kebutuhan di atas terpenuhi begitu selanjutnya senantiasa saling keterkaitan.

Suatu kebutuhan mencapai puncaknya maka kebutuhan

tersebut berhenti menjadi motivasi utama. Kemudian kebutuhan selanjutnya mulai mendominasi, walaupun kebu-tuhan telah terpuaskan, kebutuhan lain masih mempengaruhi perilaku, namun intensitasnya lebih kecil karena kebutuhan seseorang saling tergantung satu dengan yang lain. Alderfer (Thoha. 2003) mengklasifikasikan kebutuhan dasar manusia menjadi tiga hal penting yaitu : (1) kebutuhan eksistensi diri (existence needs) yang disingkat E. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan fisiologis, rasa aman, (2) kebutuhan keterikatan (relationess needs) yang disingkat dengan R. Kebutuhan ini berhubungan dengan rasa kebermaknaan dan kepuasan hubungan sosial. (3) kebutuhan pertumbuhan (growth needs ) yang disingkat dengan G. Kebutuhan ini mewakili tingkat kebutuhan yang tinggi yaitu penghargaan dan aktualisasi diri. Teori ini lebih dikenal dengan teori ERG. Pada prinsipnya teori ini mirip dengan teori hierarkhi kebutuhan Maslow. Kebutuhan eksistensi diri sama dengan kebutuhan fisiologis dan rasa aman dari Maslow. Kebutuhan keterikatan sama dengan kebutuhan kasih yang atau afiliasi. Kebutuhan pertumbuhan merupakan kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri.
Teori motivasi lain yang berkenaan dengan kebutuhan adalah teori berpretasi dari Mc Clelland (Supardi dan Anwar, 2002). Berdasarkan teori ini kebutuhan dasar manusia itu diklasifikasi menjadi tiga yaitu: (1) kebutuhan berprestasi, merupakan kebutuhan yang mendorong manusia untuk berbuat yang lebih baik dari pada orang lain, (2) kebutuhan afiliasi merupkan kebutuhan untuk bergabung dengan orang lain, dan (3) kebutuhan akan kekuasaan merupakan kebutuhan untuk menguasai dan mempengaruhi orang lain.