Tokopedia tidak ingin sekadar jadi e-commerce

Tokopedia tidak ingin sekadar jadi e-commerce

Tokopedia tidak ingin sekadar jadi e-commerce

Tokopedia tahun ini mengubah strategi mereka agar tidak lagi dikenal sebagai e-commerce di Indonesia, namun sebagai perusahaan teknologi dalam bidang infrastructure as a service.

“Menjadi tulang punggung, dengan memperbaiki data kami, layanan finansial logistik,

supaya bisa jadi mitra terutama untuk UMKM supaya bisa bertumbuh,” kata CEO Office Manager Tokopedia, Priscilla Anais, saat ditemui di Future Commerce Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa.

Sebagai infrastructure as a service, Tokopedia tidak ingin hanya fokus ke perdaganan dalam jaringan, namun juga masuk ke perdagangan konvensional yang belum tersentuh teknologi digital, misalnya toko kelontong atau warung.

“Kami ingin pemerataan teknologi. Demokratisasi commerce, bukan hanya e-commerce

, untuk menggerakan ekonomi Indonesia supaya lebih inklusif,” kata Priscilla.

Perusahaan rintisan yang masuk kategori unicorn ini memiliki program Mitra Tokopedia, aplikasi untuk menjembatani retail online dengan offline. Program ini memiliki fitur grosir untuk para pemilik toko kelontong agar mereka bisa membeli stok barang tanpa harus menutup warung mereka untuk berbelanja.

Mitra Tokopedia menyediakan jasa antar barang untuk para pemilik warung sehingga mereka tetap bisa berbisnis sambil mengisi stok barang mereka.

Tokopedia juga akan menjadi platform teknologi finansial dengan

menyediakan produk investasi, pinjaman maupun asuransi, dengan menggandeng perusahaan lain.

Tahun ini, Tokopedia berencana untuk mengembangkan sektor logistik agar mereka dapat memberikan nilai tambah pada mitra logistik.

 

Baca Juga :

Close
Menu