Umar Bin Khattab

Umar Bin Khattab

Umar dikenal sangat hati-hati dalam periwayatan hadis. Hal ini terlihat misalnya, ketika Umar mendengar hadis yang disampaikan oleh Ubay bin Ka’bah, Umar barulah bersedia menerima riwayat hadis dari Ubay, setelah para sahabat yang lain diantaranya Abu Dzar menyatakan telah mendengar pula hadis Nabi tentang apa yang dikemukakan oleh Ubay tersebut. Akhirnya Umar berkata kepada Ubay: “Demi Allah, sungguh saya tidak menuduhmu telah berdusta, saya berlaku demikian karena saya ingin berhati-hati dalam periwayatan hadis ini.

Disamping itu Umar juga menekankan kepada para sahabat agar tidak memperbanyak periwayatan hadis di masyarakat. Alasannya, agar masyarakat tidak terganggu konsentrasinya untuk membaca dan mendalami Al-Qur’an. Kebijakan Umar melarang para sahabat Nabi memperbanyak periwayatan hadis, sesungguhnya tidaklah bahwa Umar sama sekali melarang para sahabat meriwayatkan hadis. Laranga Umar tampaknya tidak tertuju kepada periwatan tu sendiri, tetapi dimaksudkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam periwayatan hadis, agar perhatian masyarakat terhadap Al-Qur’an tidak terganggu.

Dari penjelasan diatas dapat dinyatakan bahwa periwayan hadis pada zaman Umar Bin Khattab telah banyak dilakukan oleh ummat islam bila dibandingkan dengan zaman Abu Bakar. Hal ini bukan hanya disebabkan karena ummat islam telah lebih banyak menghajatkan kepada periwayat hadis semata, melainkan juga karena khalifah Umar pernah memberikan dorongan kepada ummat islam untuk mempelajari hadis Nabi.[7]

  1. Usman Bin Affan

Secara umum kebijakan Usman tentang periwayatan hadis tidak jauh berbeda denga apa yang telah ditempuh oleh kedua khalifah pendahulunya. Hanya saja langkah Usman tidaklah setegas langkah Umar Bin Khattab.

Usman secara pribadi memang tidak banyak meriwayatkan hadis, Ahmad Bin Hambal meriwayatkan hadis Nabi yang berasal dari riwayat Usman sekitar 40 hadis saja. Itupun banyak matan hadis yang terulang karena perbedaan sanad. Matan hadis yang banyak terulang itu adalah hadis tentang berwudhu.

Dari penjelasan diatas dapat dinyatakan bahwa pada zaman Usman Bin Affan, kegiatan ummat islam dalam periwayatan hadis tidak lebih banyak dibandingkan bila dibandingkan dengan kegiatan periwayatan pada zaman Umar Bin Khattab. Usman melalui khutbahnya telah menyampaikan kepada ummat islam berhati-hati dalam meriwayatkan hadis.

 Akan tetapi seruan itu tidak begitu besar pengaruhnya terhadap para perawi tertentu yang bersikap longgar dalam periwayatan hadis. Hal tersebut terjadi karena selain pribadi Usman tidak sekeras pribadi Umar, juga karena wilayah islam telah makin luas. Luasnya wilayah islam mengakibatkan bertambahnya kesultanan pengendalian kegiatan periwayatan hadis secara ketat.

sumber :

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/

Close
Menu